Kades Tak Bisa Dikonfirmasi, Rabat Beton Desa Angkasa Diduga Bermasalah

Semenisasi di Jl. Angkasa

Semenisasi di Jl. Puncak di Desa Angkasa, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan. (F:ist)

PELALAWAN (marwahkepri.com) – Pembangunan rabat beton (semenisasi) Jl. Puncak di Desa Angkasa, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau diduga bermasalah.

Bagaimana tidak, rabat beton atau semenisasi sepanjang 210 meter dengan biaya Rp.207.168.000 itu, saat ini telah mengalami beberapa kerusakan.

Salah satu kerusakan yang terlihat pada semenisasi yang dibangun pada tahun anggaran 2019 tersebut adalah retak yang terjadi di beberapa sisinya.

Tidak hanya itu, permukaan semenisasi juga telah terkikis. Pengikisan yang terjadi terbilang cukup parah karena telah banyak bahan material batu kerikilnya yang bertaburan di permukaan.

Sangat disayangkan, semenisasi yang dibangun menggunakan Dana Desa (DD) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Republik Indonesia itu mengalami kerusakan yang cukup parah walaupun belum berumur genap 2 tahun.

Adanya dugaan masalah pada pembangunan semenisasi itu karena Kepala Desa (Kades) Angkasa, Rudi Suprianto,S.IP, tak kunjung luangkan waktu untuk menjawab konfirmasi wartawan.

Kades terkesan menghindar, padahal wartawan telah berkali-kali melakukan upaya untuk konfirmasi terkait kondisi rabat beton itu saat ini.

Misalnya saja pada saat wartawan lakukan investigasi pada Semenisasi Jl.Puncak, Kamis (04/02/2021) lalu.

Seusai investigasi, wartawan langsung ke kantor Desa Angkasa untuk melakukan konfirmasi kepada Rudi Suprianto. Namun ketika itu salah seorang staf menyampaikan bahwa ia (Kades) sedang ke Pekanbaru.

Kemudian pada tanggal 26 Februari 2021 wartawan kembali datang ke kantor Desa Angkasa untuk mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada Rudi Suprianto. Namun ia tidak dikantor.

Lalu wartawan media ini mencoba meminta waktu untuk konfirmasi kepada Kades Angkasa melalui pesan WhatsApp.

“Kami lagi rapat,” balas Rudi menjawab pesan wartawan.

Saat wartawan sampaikan bahwa akan menunggu hingga rapat selesai, Rudi Suprianto tetap tidak memberikan waktu.

“Sekarang tidak bisa. Kami lagi rapat,” pungkasnya ketika itu.

Pada tanggal 9 Maret 2021, lagi-lagi wartawan mencoba melakukan komunikasi melalui WhatsApp kepada Kepala Desa Angkasa.

Namun tetap tidak ada tanggapan dari Rudi Suprianto. Bahkan hingga berita ini diterbitkan. (Abdul)