Upaya Meningkatkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di SMPN 2 Siantan

Guru SMP Negeri 2 Siantan, Berty Yandriyani, S.Pd. (F:ist)

 

Oleh:  Berty Yandriyani, S.Pd*

 

Sekolah merupakan gerbang awal ilmu pengetahuan dan tempat transfer informasi. Melalui sekolah, pembinaan, penanaman, pelibatan siswa secara aktif dalam menumbuhkan kepedulian lingkungan sangat potensial dan cocok disampaikan melalui jalur pendidikan sejak dini. Selain itu, sekolah akan mampu meningkatkan interaksi dan partisipasi seluruh civitas akademika sekolah tersebut untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) adalah aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring,  dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup. Demikian penjelasan definitif menurut Pasal 1 Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.52/MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah.

Menurut Pasal 2 Peraturan Menteri di atas, gerakan PBLHS untuk mewujudkan dua hal. Pertama, perilaku warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup. Kedua, peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Perilaku warga sekolah yang bertanggung jawab yang dimaksud dalam pasal tersebut adalah Penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup yang disingkat PRLH. Menurut Pasal 1 peraturan menteri ini, PRLH merupakan sikap dan tindakan warga sekolah dalam menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup.

Perlu diketahui juga menurut Pasal 8 Ayat 2 Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI  ini, gerakan PBLHS dilaksanakan melalui 5 kegiatan. Pertama, pembelajaran pada mata pelajaran, ekstrakurikuler dan pembiasaan diri. Kedua, penerapan PRLH untuk masyarakat sekitar sekolah. Ketiga, membentuk jejaring kerja dan komunikasi. Keempat, kampanye dan publikasi gerakan PBLHS. Kelima, membentuk dan memberdayakan Kader Adiwiyata.

Gerakan ini dapat dinilai positif karena melalui kegiatan ini warga sekolah akan mendapatkan pendidikan lingkungan hidup.

Pendidikan lingkungan hidup menurut Pasal 1 Peraturan Menteri ini diartikan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan aksi kepedulian individu, komunitas, organisasi dan berbagai pihak terhadap permasalahan lingkungan untuk keberlanjutan pembangunan bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

Pendidikan lingkungan hidup merupakan hak setiap orang. Secara tegas, hal ini dinyatakan Pasal 65 Ayat 2 UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam pasal tersebut dinyatakan setiap orang berhak mendapatkan pendidikan lingkungan hidup, akses informasi, akses partisipasi, dan akses keadilan dalam memenuhi hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Pelaksanaan Gerakan PBLHS ini masih sangat umum. Di dalamnya belum mencakup aspek teknis pelaksanaan kegiatan. Dalam upaya untuk meningkatkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di sekolah yang pertama yaitu melalui pembelajaran, sekolah dapat mengintegrasikan gerakan ini dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Intrakurikuler adalah kegiatan guru dan siswa secara tatap muka. Kokurikuler adalah pendukung kegiatan intrakurikuler seperti penugasan oleh guru pada siswa. Sedangkan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pengembangan bakat dan minat siswa.

Kegiatan Sabtu Bersih SMPN 2 Siantan bersama Kelurahan Tarempa. (F:ist)

Dalam hal ini SMPN 2 Siantan sebagai salah satu sekolah di Anambas yang menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup sudah melaksanakan pembelajaran yang menginteragasikan kedalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Sebagai contoh kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan adalah drumband yang peralatannya memanfaaatkan barang bekas seperti galon air mineral dan ember bekas

Kedua, dalam pembiasaan diri, pelaksanaan gerakan PBLHS dapat diintegrasikan dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Menurut Pasal 5 Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, PPK dilakukan dengan tiga prinsip. Tiga prinsip tersebut antara lain : 1) berorientasi pada berkembangnya potensi peserta didik, 2) keteladanan pada lingkungan pendidikan. 3) berlangsung melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Sekedar contoh pelaksanaan prinsip tersebut adalah sekolah memiliki program untuk pembiasaan membuang sampah sesuai tempat pemilahannya yaitu organik, anorganik dan P3 maka guru juga harus mengikuti program tersebut sebagai teladan bagi siswa.

Ketiga, terkait penerapan PRLH untuk masyarakat, sekolah mensinergikan program sekolah dengan masyarakat sekitar sekolah. SMPN 2 Siantan memiliki program kerja bakti bersih lingkungan yang bekerja sama dengan Kelurahan Tarempa sebagai pelaksana kegiatan yaitu kegiatan SABER (Sabtu Bersih) yang dilaksanakan setiap hari sabtu.

Terkait pembentukan jejaring kerja sama dan komunikasi, SMPN 2 Siantan bekerjasama dengan DeTara Foundation, Dinas Lingkungan Hidup dan Medco E&P Natuna, Ltd. Dengan menjalin komunikasi dan kerjasama sekolah mendapatkan masukan yang positif terhadap pengembangan program terkait lingkungan.

Keempat, terkait kampanye dan publikasi Gerakan PBLHS, sekolah dapat memanfaatkan website sekolah dan aplikasi media sosial. Kedua layanan tersebut dapat dijadikan sebagai sarana untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan terkait lingkungan yang dilaksanakan sekolah.

Selain itu, sekolah juga dapat bekerjasama dengan pers atau media massa. Tujuannya sama yaitu sebagai sarana publikasikan kegiatan terkait lingkungan yang diadakan sekolah.

Satu hal yang pasti, gerakan PBLHS ini dilaksanakan di sekolah. Sementara sekolah merupakan lembaga penyelenggara pendidikan. Oleh karenanya pengembangan kegiatan terkait lingkungan juga harus selaras dengan tujuan pendidikan.

Secara umum tujuan pendidikan yang dimaksud adalah tujuan pendidikan nasional. Tujuan ini merupakan dasar penyusunan tujuan lain yang dalam hal ini tujuan pembelajaran lingkungan hidup. Dengan berpedoman pada tujuan, maka pendidikan lingkungan hidup akan terarah sesuai tujuan yang diharapkan.

Tujuan dari gerakan PBLHS tidak lain adalah mewujudkan perilaku warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup serta adanya peningkatan kualitas lingkungan hidup di sekolah. ***

Penulis adalah Guru SMP Negeri 2 Siantan

Print Friendly, PDF & Email