Laporan Tak Sesuai, DPRD Batam Minta Rincian e-KTP yang Dimusnahkan

Suasana pemusnahan KTP elektronik yang invalid. (F:ist)

BATAM (marwahkepri.com) – Komisi I DPRD Kota Batam meminta rincian data ribuan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang dimusnahkan oleh Pemko Batam, pekan lalu.

Pasalnya, Disdukcapil melaporkan kepada Komisi I DPRD Batam bahwa e-KTP invalid hanya sebanyak 13 ribu. Sementara, jumlah KTP yang dimusnahkan sebanyak 48 ribu.

”Jadi, ini menjadi pertanyaan dari kita saat dilakukan RDP (Rapat Dengar Pendapat) tadi pagi (kemarin),” ujar anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha, Jumat (5/2/2021).

Dari penjelasan Disdukcapil, kata Utusan, KTP yang dimusnahkan itu tidak hanya KTP yang sudah dicetak.

Namun, ada juga e-KTP yang belum diambil warga, namun ada faktor lain. Di antaranya, e-KTP rusak dan kemudian diganti baru, mengganti foto, mengurus surat pindah, dan sebagainya.

”Makanya, KTP-nya ditarik. Kita menerima penjelasannya, dengan catatan mereka harus merincikannya. Berapa yang tidak mengambil KTP, ganti foto, penarikan KTP dan pindah sekian ribu,” katanya.

Dengan adanya penjelasan dari Disdukcapil mengenai data rincian itu, tentunya kedepan tidak terjadi kegaduhan di tengah masyarakat karena selisih jumlah yang dilaporkan dan dimusnahkan sangat jauh.

Ia menambahkan, dalam RDP itu juga, Komisi I meminta pelayanan KTP dikembalikan ke setiap kecamatan. Sehingga, pelayanan pengurusan KTP di masyarakat lebih maksimal ketimbang semuanya dipusatkan ke Disdukcapil.

Apalagi, kata Utusan yang juga anggota Badan Anggaran itu, jika pengadaan mesin pencetakan KTP telah dianggarkan dalam APBD 2021.

”Semoga bisa direalisasikan secepatnya agar pencetakan KTP ke depan lebih cepat dan lebih maksimal,” imbuhnya. (mk/bp)

Print Friendly, PDF & Email