Penyidik Polres Pelalawan Cek Objek Perkara Lahan 12 Hektar

Suasana pengecekan lahan seluas 12 hektar di Pulau Padang, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. (F:ist)

Suasana pengecekan lahan seluas 12 hektar di Pulau Padang, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. (F:ist)

PELALAWAN (marwahkepri.com) – Dua orang penyidik Polres Pelalawan turun mengecek lokasi lahan seluas 12 hektar di Pulau Padang, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Ria, Minggu (6/12/2020).

Lahan yang ditinjau oleh dua orang penyidik tersebut merupakan objek perkara yang diadukan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Brata Jaya Riau.

Dua orang penyidik Polres Pelalawan yang melakukan penyelidikan di lahan tersebut yakni IPDA Anra Nora yang merupakan Kanit I Polres Pelalawan, dan Bripka David Candra selaku penyidik. Kedua penyidik itu didampingi oleh Ketua LBH Brata Jaya Riau Safi’i M. Nuh dan beberapa anggotanya.

IPDA Anra Nora selaku Kanit I Reskrim Polres Pelalawan saat di lokasi lahan itu kepada media ini mengatakan, sudah ada beberapa orang saksi yang telah dimintai keterangan dalam perkara itu.

“Selain mengecek objek perkara, masih ada beberapa orang lagi saksi yang akan dimintai kerangan,” terang Anra Nora.

Menyikapi masalah itu, Ketua LBH Brata Jaya Riau Safi’i M. Nuh SH, pada Senin (7/12/2020) mengatakan bahwa, pihak penyidik Polres Pelalawan sudah langsung beraksi menangani pengaduannya dengan turun langsung ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.

“Kemudian pihak penyidik Polres Pelalawan juga telah memintai keterangan sejumlah saksi yang terlibat dalam perkara itu. Tapi ada salah satu saksi yang mangkir untuk memberikan keterangan kepada penyidik yakni Ali Amran. Dan juga masih ada beberapa orang lagi saksi yang akan diundang untuk dimintai keterangan oleh penyidik Polres Pelalawan,” sebutnya.

Dalam penanganan perkara itu, Safi’i M. Nuh berharap agar semua yang terbukti melakukan penipuan itu kepada kliennya, benar-benar ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di negera Republik Indonesia.

“Biar ada efek jera kepada para pelaku penipuan-penipuan dan tidak semakin banyak korban berjatuhan atas ulah oknum-oknum pelaku,” cetusnya.

Ali Amran yang dihubungi media ini beberapa kali terkait masalah itu, telefonnya tidak tersambungkan.

“Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat dihubungi, mohon periksa kembali nomor tujuan anda,” begitu ucapan yang terdengar dari pihak operator setiap kali mantan anggota DPRD Pelalawan itu dihubungi. (Sona)