Bawaslu Natuna Akan Rekomendasi PSU Jika Ini Terjadi

Ketua Bawaslu Natuna Khairurrijal pantau simulasi pemungutan suara.

Ketua Bawaslu Natuna Khairurrijal pantau simulasi pemungutan suara.

MARWAHKEPRI.COM, NATUNA – Dalam rangka menyongsong Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 09 Desember mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Natuna menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara.

Giat dipusatkan di TPS 2, lapangan Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bunguran Tengah, Sabtu pagi (21/11/2020). Diikuti seluruh warga, serta dipantau langsung oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Natuna.

Menanggapi simulasi tersebut, Bawaslu Natuna telah mengantongi beberapa catatan untuk diperbaiki. Sehingga pada saat pelaksanaan Pemilu nanti tidak ada masalah di lapangan.

Salah satu hal yang menjadi catatan penting dari simulasi tersebut, yaitu terjadinya ketidaksinkronan data dari absen pemilih dengan surat suara.

“Hasil pemantauan kita di lapangan, terjadi beberapa kali eror. Maksudnya begini, terjadi ketidaksinkronan data dari absen pemilih dengan surat suara”, sebut Ketua Bawaslu Natuna, Khairurrijal, Senin (23/11/2020) di ruang kerjanya.

Dari hasil pemantauan tersebut, Bawaslu akan merekomendasikan kepada KPU Natuna, agar dapat memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) secara menyeluruh dan merata kepada petugas KPPS.

Menurut Khairurrijal, Bimtek ini sangat penting dilaksanakan, untuk mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya masalah pada saat pelaksanaan Pemilu serentak.

Kemudian fokus pelaksanaan tugas pada KPPS 5 yang bertugas menjaga absen, kemudian KPPS 4 yang memberikan surat suara kepada pemilih, dan KPPS 6 memandu untuk masukkan surat suara kedalam tong.

“Tiga KPPS ini harus betul-betul diberikan penguatan dan bimbingan teknis secara maksimal, agar kejadian seperti pada saat simulasi tidak terulang pada hari H”.

Apabila pada hari “H” nanti terjadi kesalahan seperti pada saat simulasi, maka akan sangat berisiko untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Bawaslu tidak mempunyai cara lain kecuali mengeluarkan rekomendasi PSU. Karena tidak ada jalan atau titik temu bagaimana mengurangi suara tersebut.

“Jangan sampai terjadi seperti di simulasi, misalnya di absen yang hadir 16 orang, sementara suaranya 17, suara siapa mau dihilangkan. Maka Bawaslu akan merekomendasikan PSU seperti kejadian di Sepempang”.

Sesuai dengan nomor 295/K.KR-04/PM.00.02/XI/2020, Bawaslu melayangkan surat Himbauan dan menekankan kepada KPU Natuna, agar melaksanakan dua rekomendasi tersebut.

“Memang himbauan ini tidak punya daya ikat. Kalau tidak digubris ya sudah. Kita sifatnya mengingatkan, jika dikemudian hari ada masalah, maka tanggung jawab Bawaslu untuk menjaga kualitas pemilihan sudah dilaksanakan”, ujar Khairurrijal.(mk/nang)