Petugas Gabungan di Lingga Gelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan

Kapolsek Daik, AKP Tasriadi memakai masker ke Warga yang tidak memakaikan masker, (f.ist)

Kapolsek Daik, AKP Tasriadi memakai masker ke Warga yang tidak memakaikan masker, (f.ist)

LINGGA (marwahkepri.com) – Dalam rangka menindaklanjuti surat edaran Bupati Lingga nomor 95 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan, Polsek Daik bersama Satpol PP dan BNPB gelar operasi gabungan Yutisi di wilayah Hukum Polsek Daik, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan memberi teguran lisan untuk selalu menggunakan masker setiap beraktifitas di luar rumah serta membagikan masker kepada masyarakat yang tidak mengunakan masker.

Kapolsek Daik, AKP Tasriadi mengatakan TNI/Polri bersama Satpol PP dan instansi terkait terus gencar melakukan imbauan terkait pencegahan covid-19 kepada masyarakat. Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Lingga.

“Kali ini kami hanya memberikan teguran dan menghimbau saja dan memberikan masker dipusat keramaian yakni seperti kedai kopi (kafe), pasar serta beberapa lokasi yang dianggap rawan dengan keramaian,” kata Tasriadi, Kamis (17/09/2020).

Ia menjelaskan, bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan, ataupun tidak mengindahkan peraturan tersebut dikenakan sanksi, baik itu sanksi kerja sosial bagi perseorangan, ataupun penutupan usaha bagi pelaku usaha.

“Kami akan terus memberikan sosialisasi agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan, penindakan terhadap masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan akan dilakukan oleh Satpol PP sampai pada tanggal 25 September nanti, sedangkan TNI/Polri akan mendampingi dalam Pelaksanaannya,” ucapnya.

Ia berharap, kepada masyarakat agar dapat mematuhi protokol kesehatan, dan kepada pelaku usaha agar menyiapkan tempat cuci tangan di tempat usahanya.

“Ini semua dilakukan hanya untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 masuk dikampung halaman kita, mari kita jaga kampung kita, dengan mematuhi protokol kesehatan yang telah di anjurkan oleh pemerintah,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Perbup Nomor 95 tahun 2020 ini mulai berlaku pada tanggal yang diundangkan, yakni 11 September 2020. Kemudian disosialisasikan kepada masyarakat, baru lah sanksi dan denda diterapkan. (MK/Willy)

 

Print Friendly, PDF & Email