Persatuan Kuliner Keluhkan Alokasi Mitan untuk Pedagang tak Sesuai Harapan

Ketua Persatuan Kuliner Kecamatan Lingga, Hermadi (f.ist)

Ketua Persatuan Kuliner Kecamatan Lingga, Hermadi (f.ist)

LINGGA (marwahkepri.com) – Persatuan Kuliner Kabupaten Lingga khususnya Kelurahan Daik keluhkan pembagian alokasi Minyak Tanah (Mitan) bersubsidi oleh pemerintah daerah (Pemda) untuk para pedagang tak sesuai harapan yang diinginkan.

Ketua Kuliner Kecamatan Lingga, Hermadi yang juga pemilik kedai makan Friska mengatakan bahwa alokasi mitan yang dibutuhkan oleh para pedagang tak harus sama dengan alokasi untuk rumah tangga. Karena dilihat dari segi kebutuhan dan pemakaian sangat jelas berbeda.

“Kalau di pikir -pikir dengan jatah 10 liter perminggunya itu sangat berat untuk kami, contohnya untuk rumah makan saya saja itu jelas tidak cukup, dan juga beberapa pedagang yang masih rentan menggunakan Mitan untuk usaha,” katanya dengan kecewa, Rabu (29/07/2020).

Ia juga mengungkapkan, hendaknya pemerintah daerah harus bisa memilah pembagian alokasi sesuai kebutuhan. Menurutnya dengan pembagian yang minim untuk pedagang kelangsungan usaha yang bermodal minim juga terancam.

“Contohnya seperti usaha saya saja, dulu saya memerlukan stok minyak tanah dalam satu bulan itu 600 liter, dan sekarang 10 liter perminggunya jadi untuk satu bulan cuma 40 liter, jelas ini tidak cukup, hendaknya mungkin untuk saat ini kami memerlukan 300 liter perbulannya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, untuk saat ini masalah pembagian Mitan bersubsidi sangat tidak masuk akal, karena ini sangat jelas terdampak bagi kami sebagai pelaku usaha kuliner.

“Saya berharap instansi terkait agar bisa turun kelapangan berkoordinasi dengan para pedagang supaya penyaluran jatah minyak tanah bersubsidi sesuai dengan keinginan, jika memang hal ini tak bisa teratasi, ekonomi masyarakat yang menggunakan kompor akan terancam,” imbuh tutupnya. (MK/Willy)

Print Friendly, PDF & Email