Batam Doeloe dan Kini: Ini loh, Wajah Nagoya 1991

 

Penulis : Edi Sutrisno

Jalan Imam Bonjol, Nagoya 39 tahun silam. Di dekade awal 1990-an, jalan protokol tersibuk di area kota ini sudah ditancapi deretan ruko di kanan kirinya. Namun sejumlah sudut masih dalam progres pembangunan, satu di antaranya adalah Hotel Nagoya Plaza yang dalam gambar terlihat tengah dikonstruksi.

Jalan Imam Bonjol kala itu sudah terbangun dua jalur dan dionggoki taman pemisah jalan di tengah-tengahnya. Meski belum tertata benar dan pepohonan yang ditanam masih berpermukaan rendah, mainroad ini sudah menunjukkan tanda-tanda bakal jadi jalan paling berdenyut di area Nagoya.

Nagoya sendiri, mulai diinisiasi pembangunannya pada periode satu dasawarsa sebelumnya, persisnya selepas Jodoh terbakar kali pertama 1981. Tauke tempatan yang pertama membuka Nagoya adalah Harun alias Ati. Ia malah sudah “babad alas” jauh sebelum Jodoh terbakar. Jejaknya lalu diikuti pengusaha lain seperti Tanaki, Kasim dan Atong. Dalam perjalanannya, pelan-pelan pengusaha lain, termasuk dari luar Batam, mulai ikut andil membangun Nagoya.

Hasil perjuangan dan tangan dingin para pionir itu kini berbuah manis. Nagoya bersama Jodoh akhirnya sempurna beraktualisasi jadi sentra niaga utama di kota pulau ini.

Lalu, kenapa harus disebut “Nagoya?” Tunggu, toponiminya ada di edisi berikutnya…..