Ini 5 Penjelasan PLN Terkait Sering Padamnya Listrik di Wilayah Tarempa

Jaringan kabel listrik yang tertutup pepohonan menjadi salah satu alasan padamnya aliran listrik ke rumah warga. (F:SES)

Jaringan kabel listrik yang tertutup pepohonan menjadi salah satu alasan padamnya aliran listrik ke rumah warga. (F:SES)

ANAMBAS (marwahkepri.com) – Padamnya listrik di sejumlah wilayah Tarempa pada Rabu (02/10/2019) malam hingga Kamis (03/10/2019) pagi hari menimbulkan reaksi publik.

Berjam-jam masyarakat di sejumlah wilayah Tarempa tidak bisa beraktivitas seperti biasa karena padamnya listrik. Berhentinya pasokan listrik ini juga membuat layanan publik terganggu.

Selain itu, masyarakat juga ramai-ramai mengeluhkan pemadaman yang terjadi berulang-ulang dan berjam-jam. Bahkan padamnya listrik hingga semalaman tersebut membuat sejumlah peralatan elektronik rumah tangga seperti kulkas dan barang lainnya mengalami kerusakan.

Menanggapi hal ini, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ULP Tarempa mengungkapkan alasan terjadinya black out atau gangguan di sejumlah jaringan. Berikut 5 penjelasan PLN ULP Tarempa mengenai kejadian ini:

1.Adanya pekerjaan penggantian tiang. Tiang yang keropos di beberapa titik mulai dari simpang Masjid Agung, Pasir Merah dan Amad Yani akan membahayakan jika tidak segera diganti, juga ada beberapa konstruksi jaringan tegangan 20 kv yang harus diperbaiki. Mengingat sebentar lagi juga masuk musim utara dan padam pun bisa dikondisikan pada hari libur.

“Pekerjaan ini sebenarnya melanjutkan yang sudah dimulai dari tahun sebelumnya karena kondisinya berat dan terkendala untuk jadwal padam, kemudian pekerjaan yang dilakukan serba manual karena tidak adanya kren,” kata Jaswir kepada awak media ini melalui WhatsAppnya, Kamis (3/10/2019).

2.Pekerjaan double feeder. Ini adalah jaringan untuk pemisahan sistem Tarempa dan Batu Tambun, Arung Ijo serta ke arah Rintis. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga kehandalan agar jika terjadi gangguan di Arung Ijo, Air Bini dan lain-lain maka Tarempa tidak akan turut padam, begitu juga sebaliknya.

3.Melanjutkan pekerjaan double feeder yang sudah tertunda sejak tahun sebelumnya, dan beberapa kali ditunda karena anggota dari vendorpelaksana yang lama mundur dan tidak sanggup melanjutkan pekerjaan ini serta dampak padam yang akan sering terjadi.

“Karena proyek ini sudah lintas tahun dan belum close maka diinstruksikan ke area Tanjungpinang dan PLN Anambas untuk segera menyelesaikan pekerjaan ini sebelum bulan Oktober 2019,” ujar Jaswir.

4.Pekerjaan ini sudah direncanakan 3 bulan sebelumnya dan vendor pelaksana sudah berada di lokasi, jika ditunda lagi tentu tidak akan pernah selesai dan akan menimbulkan masalah yang lebih luas lagi baik disisi PLN sendiri, masyarakat dan pihak pelaksana.

5.Penebangan/pemangkasan pohon yang harus dilaksanakan saat kondisi padam mengingat resiko yang akan terjadi.

Oleh karena itu sekali lagi, pihak PLN pun memohon maaf atas kondisi tersebut, karena hal tersebut terpaksa dilakukan untuk kebaikan kita semua kedepannya. PLN juga sangat berterimakasih jika semua lapisan masyarakat dapat memaklumi dan rela berkorban karena akan terjadi pemadaman bergilir sesuai jadwal selama masa pekerjaan ini. Namun pemadaman bergilir ini tidak berlangsung lama karena yang akan dipadamkan hanya pekerjaan yang tidak bisa dilakukan saat bertegangan.

“Kami juga mohon dukungan dan do’a kita semua semoga cepat selasai dan lancar dalam melaksanakan pekerjaan. Kami juga mohon maaf atas kesalahan dan kekhilafan serta kami ucapkan terimakasih. Wassalamualaikum Wr.Wb,” ujarnya.

Jaswir menuturkan, terkait pekerjaan tersebut maka diperkirakan 2 minggu kedepan akan sering terjadi padam, karena jaringan tegangan menengah untuk Tarempa dimanufer ke jaringan Dusun, sehingga otomatis jaringan jadi panjang dan rawan gangguan dari ranting yang jatuh serta binatang tupai dan kalong.

“Jika pekerjaan sudah selesai maka jaringan akan dimanufer seperti semula dan Insha Allah pasokan listrik akan handal untuk masyarakat,” jelasnya.(SES)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.