Indonesian Youth Congress Ajak Pemuda dan Mahasiswa Jaga Keutuhan NKRI

Para peserta Focus Grup Discussion (FGD) bersama Indonesian Youth Congress (IYC) di Aula Dispora Batam, Selasa (1/10/2019).

Para peserta berfoto bersama usai mengikuti Focus Grup Discussion (FGD) bersama Indonesian Youth Congress (IYC) di Aula Dispora Batam, Selasa (1/10/2019). (Fmun)

BATAM (marwahkepri.com) – Mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di Kota Batam menghadiri Focus Grup Discussion (FGD) bersama Indonesian Youth Congress (IYC) di Aula Dispora Batam, Selasa (1/10/2019).

Peran serta generasi pemuda dan mahasiswa dalam menjaga keutuhan NKRI adalah tema yang diangkat dalam dialog interaktif tersebut.

Hal itu seiringan dengan demo mahasiswa seluruh Indonesia yang menuntut Presiden Joko Widodo agar segera mengeluarkan Perppu KPK dan menolak RUU KUHP.

Dalam aksi tersebut beberapa mahasiswa diduga berbuat anarkis, namun beberapa pihak menyebut aksi anarkis tersebut berasal dari pihak lain atau penyusup yang membuat suasana semakin panas.

Dengan diadakannya FGD tersebut, Thomas Yorgi selaku ketua panitia berharap para mahasiswa dapat menjalin silaturrahmi yang baik dengan kampus yang lain. Memupuk persaudaraan antar mahasiswa serta memiliki visi yang sama dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturrahmi antar mahasiswa, antar kampus dan universitas,” kata Yorgi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Aris Armanda, mahasiswa STAI Ibnu Sina. Acara ini dikatakannya dapat menambah wawasan dengan memahami pemaparan yang disampaikan oleh pemateri.

Selain itu FGD ini juga menyediakan diskusi interaktif antar mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat saling bertukar pikiran. Setelah itu dilanjutkan dengan persentasi terkait isu-isu baru yang sedang terjadi.

Disinggung mengenai aksi demo mahasiswa beberapa hari yang lalu, menurut Arman ada beberapa kesalahan yang dibuat oleh pemerintah. Seharusnya pemerintah mengajak mahasiswa untuk berdiskusi mengenai kebijakan tersebut.

“Semua mahasiswa di Indonesia sudah turun aksi, itu membuktikan jika Indonesia sekarang ini sedang tidak baik-baik saja,” tutup Arman.

Baca juga: https://marwahkepri.com/2019/10/01/fgd-mahasiswa-se-kota-batam-bayu-tekankan-cinta-tanah-air/

Sementara itu, Zainul Sopian Nasution, SE Ketua Umum DPW IYC Kepri mengatakan kegiatan ini berawal dari beberapa gagasan yang telah lama dirindukan oleh para pemikir, penengah dan orang-orang yang menjadi tolak ukur di dalam negeri ini, sehingga terbentuklah IYC yang menjadi wadah atas gagasan tersebut.

“Apabila tidak ada pemuda yang menjadi penyokong atau pemikir dari regenerasi hari ini, maka hancurlah negara ini, apabila mahasiswa hanya ikut-ikutan saja dan tidak tahu permasalahan yang terjadi, maka Indonesia akan hancur,” kata Sopian.

Keutuhan NKRI dikatakan Sopian menjadi tema utama dalam acara ini, mengingat beberapa bulan belakangan ini suasana politik Indonesia sedang panas. Sehingga diharapkan tema “Peran Mahasiswa dan Pemuda untuk Menjaga Keutuhan NKRI” dapat membuat para pemuda dan mahasiswa bisa memahami berbagai unsur apa saja yang bisa memecah belah negara Indonesia, dan bagaimana cara menanggapi serta menghindari pemberitaan hoax yang beredar di tengah-tengah publik.

“Acara ini diharapkan dapat memberikan pemahaman terhadap kaum milenial tentang pentingnya persatuan negara sekaligus juga memberitahukan kepada rekan pemuda dan mahasiswa agar lebih bijak dalam mengatasi hoax yang bisa memecah belah kesatuan negara Inndonesia,” terangnya.

Adapun pemateri dalam acara ini adalah Kabid Sarana dan Prasarana Dispora Batam M.Samad dan Dosen STAI Ibnu Sina Bayu Mujhimin.

Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi yang ada di Kota Batam seperti dari STAI Ibnu Sina, Universitas Riau Kepulauan (Unrika), Politekhnik Negeri Batam, Mitra Bunda dan pelajar IPNU. (mk/mun)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.