FGD Mahasiswa Se Kota Batam, Bayu Tekankan Cinta Tanah Air

Mahasiswa mendengarkan pemaparan dalam ruang forum group discussion Aula Dispora Batam

Mahasiswa mendengarkan pemaparan pemateri dalam ruang forum group discussion di Aula Dispora Batam

BATAM (marwahkepri.com) – Indonesia Youth Congress (IYC) Daerah Kepulauan Riau menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Seruan Suara Pemuda dan Mahasiswa
Se Kota Batam di Aula Dispora, Gedung KNPI, Sukajadi Selasa (1/10/2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di Kota Batam seperti dari STAI Ibnu Sina, Universitas Riau Kepulauan(Unrika) dan Politekhnik Negeri Batam. Forum diskusi ini mengangkat tema “Peran Serta Generasi Pemuda dan Mahasiswa Dalam Menjaga Keutuhan NKRI”.

Bayu Mujhimin Dosen Ibnu Sina sekaligus pemberi materi dalam acara FGD menekankan agar mahasiswa senantiasa mencintai Indonesia. Jangan mudah terprovokasi yang nantinya akan dapat menimbulkan sifat radikalisme.

“Indonesia ini rumah kita, mestinya kita rawat, bukan kita hancurkan,”kata Bayu saat memaparkan materi tentang ilmu.

Bayu mengatakan jika banyak ulama dari timur tengah yang sangat kagum melihat keharmonisan warga Indonesia yang hidup rukun walaupun terdiri dari berbagai suku dan agama. Berbeda dengan negeri timur tengah yang dalam satu agama pun tetap saling membunuh dan selalu terjadi konplik.

“Pesan ulama Indonesia ke ulama timur tengah, tebarlah kasih sayang kesemua orang, jangan melihat ras dan golongannya,” terang Bayu.

Menurut Bayu, ada beberapa hal yang membedakan Indonesia dengan timur tengah, ulama Indonesia pada zaman penjajahan Belanda selalu mengajarkan nasionalis, cinta Indonesia bagian dari iman, sementara ulama timur tengah tidak mengajarkannya.

Selain itu, untuk menyikapi aksi demonstrasi RUU KPK dan KUHP yang dilakukan oleh mahasiswa dan pelajar Indonesia beberapa waktu yang lalu, menurut Bayu aksi anarkis yang terjadi sebagian besar berasal dari penyusup, bukan anak SMA maupun mahasiswa.

“Tujuannya bukan kepada pak Jokowi ataupun Prabowo, tetapi mereka ingin menghancurkan Indonesia,” ungkapnya.

Di era digital zaman ini, Bayu berpesan agar para mahasiswa jangan dengan mudah untuk menelan mentah video ataupun berita yang dikirim oleh orang lain. Karena ditakutkan berita dan video itu adalah hoax atau ujaran kebencian yang menimbulkan perpecahan.

“Siapa yang buat video, jangan-jangan anak lulusan SMA, motifnya juga harus kita dicerna, selanjutnya kita lihat siapa yang mengirimnya, bisa dipercaya atau tidak,” tutupnya.(mk/mun)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.