Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Bengkalis Diduga Lalai Awasi Proyek

Lokasi pembangunan Duri Islamic center (DIC) yang berada di Jalan Lingkar Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. (F:Siboroto)

Lokasi pembangunan Duri Islamic center (DIC) yang berada di Jalan Lingkar Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. (F:Siboroto)

BENGKALIS (marwahkepri.com) – Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Bengkalis diduga kurang melakukan pengawasan terhadap proyek fisik pemerintah. Akibatnya banyak perencanaan proyek tidak pas pelaksanaannya dan pekerjaan proyek banyak mendapatkan kendala di lapangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang DPW LSM Lipan Indonesia, Chandra C. Sihaloho menanggapi temuan lembaganya di lapangan.

“Seakan-akan Dinas PU Cipta Karya tutup mata dan membiarkan sebagian proyek yang menghabiskan uang APBD Kabupaten Bengkalis dikerjakan banyak mendapatkan kendala. Kami harapkan dinas PU Cipta Karya Kabupaten Bengkalis biar lebih bijaksana dalam melaksanakan program dan pengawasan lebih ketat agar proyeknya sesuai harapan rakyat,” ujar Chandra kepada media ini di lokasi pengerjaan proyek, Jumat (27/9/2019).

Chandra mencontohkan Pembangunan Duri Islamic center (DIC) yang berada di Jalan Lingkar Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, yang menghabiskan APBD Kabupaten Bengkalis tahun 2019 senilai  Rp. 38.412.636.000,-  dan dikerjakan oleh pelaksana PT. Luxindo Putra Mandiri.

“Kami menduga terdapat kejanggalan di lokasi pembangunan Duri Islamic Center. Lahan atau tanah masyarakat belum di ganti rugi. Jalan menuju lokasi proyek melewati samping atau belakang ruko masyarakat ,” lanjutnya.

Anehnya, menurut Chandra, Dinas PU Cipta Karya jarang memantau atau mengawasi pekerjaan tersebut dan ganti rugi lahan kepada masyarakat belum tuntas karena masyarakat merasa rugi.

“Sudah jelas-jelas pekerjaan proyek tersebut masyarakat merasa terganggu,” tambahnya.

Sementara itu, Along dari kontraktor PT. Luxindo Putra Mandiri mengamini perkataan Chandra. Ia menyatakan bahwa betul ada beberapa tanah masyarakat yang belum selesai diganti rugi.

“Seharusnya jalan Utama Duri Islamic Center sudah bisa diakses, dikarenakan lahan atau tanah masyarakat belum di ganti rugi makanya kita putuskan jalan ke lokasi proyek melewati pekarangan ruko masyarakat,” jelasnya.

Ia pun membenarkan jika pihak dinas PU Cipta Karya dan PPATK memang jarang datang ke proyek ini.

“Bisa dibilang cuman hitungan jari aja, ya saya harap dinas terkait bisa lebih bijaksana lagi dalam pengawasan proyek, jangan asal buat program proyek aja,” tegasnya.

Ketika awak media ini mencoba menghubungi Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Bengkalis untuk dimintai keterangan, namun nomor telepon yang bersangkutan tidak dapat dihubungi. (Siboroto)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.