Panitia MTQ ke-44 Bengkalis di Mandau Terus Berikan Pelayanan “Mewah”

Suasana rapat panitia yang digelar di mushalla Kantor Camat Mandau, Sabtu (21/9/2019) malam. (F:ist)

Suasana rapat panitia yang digelar di mushalla Kantor Camat Mandau, Sabtu (21/9/2019) malam. (F:ist)

BENGKALIS (marwahkepri.com) – Islam mengajarkan umatnya agar apa pun yang dikerjakan harus menunjukkan grafik yang semakin baik. Hari ini harus lebih baik dari kemarin. Begitu seterusnya dalam setiap hari-hari yang akan dilalui ke depan. Jika tidak maka termasuk orang yang merugi atau bahkan terlaknat.

Sejalan dengan itu, guna meningkatkan kualitas pelayanan usai pelaksanaan MTQ ke-44 Kabupaten Bengkalis 2019 di Kecamatan Mandau, panitia pelaksana, khususnya panitia tempatan, Sabtu (21/9/2019) menggelar rapat evaluasi.

Rapat yang ditaja di mushalla Kantor Camat Mandau itu digagas serta langsung dihadiri Camat Mandau yang juga wakil ketua panitia pelaksana MTQ ke-44, Riki Rihardi.

Menurut informasi yang diterima, rapat itu digelar mendadak. Dilakukan karena setelah melakukan peninjauan ke sejumlah tempat pertandingan, Camat Riki melihat ada pelayanan yang belum optimal. Belum excellent service.

Belum primanya layanan itulah yang membuat mantan Kabag Umum Setda Bengkalis ini, mengelar rapat tersebut.

Hadir juga dalam rapat itu Sekretaris Kecamatan Mandau Muhammad Rusidy, Ketua LPTQ Mandau H Dzulfikar Indra, dan Ustadz Yahya Lc.

Kemudian, Kepala KUA Mandau Makzhum, Ketua TP PKK Mandau yang juga panitia bidang konsumsi MTQ ke-44 Dewi Asnidar serta para pejabat pengawas dan pelaksana di Pemerintah Kecamatan Mandau.

Dan tentunya tak ketinggalkan tim sukses kegiatan MTQ ke-44 dari PBMTTL (Pasukan Berani Mati Tak Tahan Lapar).

Camat Riki Membenarkan

Camat Riki, Minggu (22/9/2019) malam membenarkan adanya rapat mendadak tersebut. Namun katanya itu bukan rapat mendadak.

“Bukan mendadak. Hanya saja ada sebagian teman-teman panitia yang sedikit terlambat mendapat informasi. Jadi terkesan dadakan,” jelasnya.

Dia tak menepis, jika di hari pertama ada pelayanan yang kurang memenuhi ekspektasi.

“Makanya segera kita bahas, kita evaluasi dan sama-sama diurun rembuk. Sama-sama carikan solusi terbaik agar di hari kedua dan selanjutnya tak terulang lagi,” papar Camat Riki.

Katanya, belum optimalnya pelayanan di hari pertama ini, khususnya di beberapa tempat perlombaan, bukan faktor kesengajaan atau kelalaian panitia.

“Kami melihat hanya karena kurang koordinasi. Ada miskomunikasi antar bidang. Hal ini juga dibahas dan carikan solusinya dalam rapat kemarin malam ini. Alhamdulillah, di hari kedua, sesuai pantauan kami tak terjadi lagi,” imbuhnya.

Selain sampaikan ucapkan terimakasih atas dedikasi seluruh panitia yang tak kenal lelah untuk menyukseskan MTQ ke-44 ini, Camat Riki juga mengingatkan sekaligus berharap, agar satu sama lain saling bantu membantu.

“Tidak saling menunggu. Demi kebaikan bersama, satu sama lain meskipun tak satu bidang, harus sama-sama ringan tangan. Saling membantu,” harapnya.

Sejumlah dewan hakim yang bertugas membenarkan jika kualitas pelayanan yang diberikan panitia di hari kedua meningkat jauh dibandingkan hari pertama.

“Di hari kedua ini servis yang diberikan memang sesuai dengan slogan panitia, ‘mewah-mewah’,” aku Peni Wulandari kepada salah seorang panitia lomba, seraya mengacungkan jempolnya.

Peni Wulandari adalah salah seorang panitia cabang Hifdzil dan Tafsir Quran. Pengakuannya itu disampaikannya saat ditemui di tempat perlombaan, di Masjid Besar Arafah, jalan Hangtuah Duri. (Siboroto/DISKOMINFOTIK)*

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.