Kuasa Hukum BS Ajukan Penangguhan Penahanan

Kuasa Hukum BS, Razman Arif Nasution saat konfrensi pers di Natuna Hotel.

MARWAHKEPRI.COM, NATUNA – Razman Arif Nasution, Kuasa Hukum BS, tersangka pembunuhan terhadap adek kandungnya sendiri, mengajukan penangguhan penahanan kepada Kepolisian Resor Natuna.

Sebelumnya, BS ditetapkan sebagai tersangka oleh Mapolres Natuna, kemudian ditangkap pada Kamis tanggal 12 September 2019, sekitar pukul 11.50 WIB, di Ranai Darat.

Kepada awak media, Razaman Nasution mengatakan, begitu sampai di Natuna ia langsung bertemu dengan Kapolres, AKBP Nugroho Dwi Karyanto, S.I.K, guna membangun hubungan baik dengan Kepolisian.

Kemudian, ia membesuk BS selaku tersangka dan bertemu dengan istrinya. Seterusnya mengajukan penangguhan penahanan.

“Kemudian saya mengajukan penangguhan penahanan. Untuk upaya hukum terhadap BS, setelah saya mendengar kedua belah pihak dan melihat TKP, kami akan tentukan upaya-upaya berikutnya”.

Menurut pria berdarah Batak ini, kasusnya cukup rumit. Kasus ini setahun kemudian baru tersangkanya ditemukan dan langsung ditahan. Tersangka tidak mengakui melakukan pembunuhan, istrinyapun tidak mengetahuinya, akan tetapi mereka tinggal satu rumah dengan korban.

Razman menjelaskan, Pra peradilan masih dalam pertimbangan akan dikaji, karena kalaupun dipra peradilan nanti menang, akan masuk pasal yang baru.

“Jadi untuk pra peradilan, kami akan pertimbangkan. Lebih baik kita bertarung di pengadilan supaya majelis hakim bisa kita yakinkan nanti bahwa saudara BS bukanlah pelakunya,” jelasnya.

Diakuinya, setelah bertemu dengan BS melihat karakter dan berkomunikasi dengannya, Razman tidak yakin kalau BS melakukan pembunuhan terhadap adek kandungnya DK (37).

Razman memaparkan, memang sekarang biasa, orang sudah membunuh saudaranya sendiri bahkan ibunya sendiri dan bapak membunuh anaknya, tetapi fenomena yang berkembang saat ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus dilihat logika hukum, perintah hukum dan barulah masuk ke unsur-unsur dengan menyakini bahwa kasus ini bisa dimenangkan di Pengadilan.

“Saya sudah sampaikan penangguhan penahanan ke Kapolres Natuna, mudah-mudahan Kapolres bermurah hati. Kasus ini akan kita bantu dan dalami sepenuhnya”, ujarnya didampingi Kuasa Hukum BS sebelumnya, Ferdinand Banjarnahor, di Natuna Hotel, Kamis (19/09/2019).

“Perlu saya jelaskan, saya ini tetap bermitra dengan Pak Ferdinand Banjarnahor sebagai kuasa hukum yang pertama dari BS, tidak ada pemutusan kuasa, karena yang tahu dilapangan itu Pak Ferdinand, saya hanya akan datang beberapa kali kesini. Tim kita ini akan melihat langkah-langkah apa yang akan diambil,” katanya.

Sementara itu, Ferdinand Banjarnahor menambahkan, Penyidik punya versi terhadap kasus ini, itu merupakan hak mereka karena diatur oleh undang-undang. Akan tetapi, ia juga punya versi sesuai kapasitas sebagai Kuasa Hukum dengan tetap menggarisbawahi bahwa mereka ini sama-sama penegak hukum.

“Saya senang dengan kedatangan Pak Razman, ada teman saya untuk bertukar pikiran dalam mencari jalan terbaik untuk kasus ini. Memang diawal sudah saya siapkan untuk pra peradilan, tapi saya koordinasikan lagi dengan Pak Razman sebagai partner, langkah apa yang akan diambil”, imbuhnya

(Red)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.