Kabut Asap Melanda, ABK Ferry Batam-Singapura Gunakan Masker

Kapal ferri dari Batam menuju Singapura, pemandangan masih tampak berkabut

Kapal ferri dari Batam menuju Singapura, pemandangan masih tampak berkabut

BATAM (marwahkepri.com) – Aktivitas pelayaran Kapal Ferry jurusan Batam-Singapura hari ini masih berjalan dengan normal meskipun kabut asap kiriman dari Riau masih menyelimuti sebagian besar daerah di Kepri.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan bahwa kualitas Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sudah masuk dalam kategori tidak sehat berdasarkan laporan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam.

Sementara Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam menyebut jarak pandang mendatar (visibility) di wilayah Kepri cukup rendah berkisar antara 2.000 sampai dengan 4.000 meter

Untungnya hujan Rabu (18/9/2019) semalam walaupun hanya sebentar membuat kualitas udara di Kota Batam berangsur membaik. Berdasarkan pantauan di stasiun milik BPTKLPP di Sagulung pada Kamis (19/9/2019) pagi, kadar ISPU Kota Batam mencapai 33 hingga 50 atau masih dalam kategori sehat.

Sopian Helmi Nasution, salah satu Kapten kapal Ferry jurusan Batam-Singapura mengatakan sampai saat ini aktivitas pelayaran masih berjalan dengan normal meskipun kabut asap sedang melanda Kota Batam.

“Kita masih beraktivitas dengan normal, hanya saja para awak kapal diimbau menggunakan masker untuk mencegah gejala ISPA,” kata Sopian pada awak media Kamis (19/9/2019).

Disamping itu, sebagai kapten kapal, Sopian mengaku harus lebih berhati-hati lagi dan lebih waspada dalam membawa penumpang ditengah kabut asap ini.

“Jarak pandang kita sekarang lebih terbatas dibanding sebelumnya, jadi harus lebih berhati-hati lagi,”tuturnya.

Sementara itu, untuk jumlah penumpang dikatakan Sopian tidak begitu berpengaruh, penumpang dari Batam maupun dari Singapura masih normal seperti biasanya.

“Beberapa wisatawan dari Batam mungkin ada juga yang menunda keberangkatannya ke Singapura karena kabut asap ini,”kata Sopian.

Menurutnya alasan para pelancong menunda keberangkatannya ke Singapura karena kabut asap yang melanda Indonesia juga sampai ke negeri Singa tersebut, sehingga mata kita tidak bisa dimanjakan oleh pemandangan yang ada di negara itu.

“Selain itu kalau kita mengambil foto, latar foto kita itu kurang cantik karena ditutupi kabut asap,”terangnya.

Sopian berharap agar kabut asap ini segera berakhir dan semua orang bisa melakukan aktivitasnya masing-masing tanpa takut terkena penyakit ISPA.

Pantauan marwahkepri.com, matahari sudah mulai terlihat bersinar menembus kabut asap. Para pengendara dan pejalan kaki sebagian besar masih menggunakan masker untuk mencegah penyakit ISPA.(mk/mun)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.