Polisi Ringkus Tersangka Pembunuhan Seorang Konsultan

Konfrensi Pers di Mapolres Natuna, Selasa (17/09/2019).

MARWAHKEPRI.COM, NATUNA – Teka teki kematian DK (37), seorang Konsultan proyek di Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, terkuak sudah. Pria asal Pekanbaru tersebut, diduga kuat meregang nyawa karena dibunuh.

Sebelumnya, warga setempat geger dengan kejadian tersebut. Korban ditemukan kakak ipar nya berlumur darah penuh sayatan di tangan dan badan, serta tergantung diatas jendela kamar, Rabu (24/10/2018).

Dari hasil peyelidikan dilakukan pihak Kepolisian, ada keganjilan dalam kematian korban. DK diduga tidak sepenuhnya bunuh diri, melainkan mengarah kepada tindak pidana pembunuhan.

Setelah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap saksi-saksi, akhirnya Kepolisian Natuna menetapkan BS (39) sebagai tersangka. Tersangka BS merupakan kakak kandung korban.

Kejadian ini sudah berlangsung sejak Oktober 2018. Tersangka dan korban tinggal satu rumah di jalan H. Ismail, RT02/02 Kelurahan Ranai Darat.

Dalam konfrensi pers digelar siang ini di Mapolres Natuna, Kapolres Natuna AKBP.Nugroho Dwi Karyanto, S.I.K, mengatakan, tersangka ditangkap pada hari Kamis, tanggal 12 September 2019, sekitar pukul 11.50 WIB.

Tersangka dikenakan Pasal 338 Junto Pasal 340 KUHP, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. “Barang siapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, karena bersalah telah melakukan “pembunuhan” dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima belas tahun”.

Sementara itu pasal 340 KUHP berbunyi, “Barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan (moord), dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun”.

“Kita masih melakukan pengembangan, apabila nanti ternyata pembunuhan berencana, maka akan kita kenakan pasal lebih berat. Bisa kurungan seumur hidup, bisa hukuman mati, minimal 20 tahun penjara”, ujar Kapolres.

Menurut Nugroho, meskipun tersangka belum mengakui perbuatannya, pihak Kepolisian telah mengantongi bukti yang cukup untuk menjerat pelaku.

“Walaupun tersangka tidak mengakui perbuatannya, kita telah mengantongi bukti yang cukup. Sehingga Polisi yakin seyakin-yakinnya, bahwa tersangka melakukan tindak pidana pembunuhan”.

(Red)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.