Tim UNRIKA Gelar Pelatihan kepada Masyarakat Pulau Mecan

Tim dari Unrika Kota Batam berfoto bersama masyarakat Pulau Mecan, Kecamatan Belakang Padang. (F:ist)

Tim dari Unrika Kota Batam berfoto bersama masyarakat Pulau Mecan, Kecamatan Belakang Padang. (F:ist)

BATAM (marwahkepri.com) – Untuk mengaplikasikan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni melakukan pengabdian kepada masyarakat, tim Universitas Riau Kepulauan (Unrika) menggelar pelatihan kepada masyarakat di Pulau Mecan, Kecamatan Belakang Padang. Kegiatan ini merupakan program hibah dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi  tahun 2019 kepada tim dari Unrika untuk Program Kemitraan Masyarakat (PKM).

PKM dengan mengusung tema “Budidaya dan Pengelolaan Sayuran di Pulau Mecan Kota Batam” ini dilakukan dalam 3 tahap, yaitu cara menanam sayuran dengan teknik hidropronik berbasis barang bekas, pembuatan  pupuk organik cair dan pengemasan produk.

“Alhamdulillah, tahun ini Unrika mendapat bantuan hibah dari Kemenristekdikti untuk pelaksanaan PKM di Pulau Mecan. PKM yang dilaksanakan ini mengajarkan dan melatih masyarakat untuk membudidayakan berbagai macam sayuran dengan teknik hidroponik dengan mengelola hasilnya secara mandiri,” ungkap ketua tim, Dr. Suryo Hartanto dalam keterangannya, Kamis (12/9/2019).

Program ini katanya bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengatasi permasalahan kebutuhan sehari-hari khususnya sayuran, karena di daerah hinterland Kota Batam sangat jarang masyarakatnya bercocok tanam dan mayoritas bekerja sebagai nelayan. Program ini diharapkan mampu memberikan pemahaman dan menjadi alternatif pekerjaan bagi masyarakat.

Tim dari program ini adalah Dr. Suryo Hartanto, M.Pd T selaku ketua, Fenny Agustina, M.Pd dan Yustinus Farid S, MPA sebagai anggota, serta beberapa mahasiswa untuk pelaksana lapangan. Pelaksanaan kegiatan ini memakan waktu 6 bulan mulai dari persiapan hingga pelaksanaan sekitar yaitu dari bulan April hingga September 2019.

“Tim pelaksana PKM ini dari berbagai multidisiplin ilmu, saya dari Prodi Matematika, bu Fenny dari Prodi Biologi, dan pak Farid dari Prodi Ilmu Pemerintahan. Hal ini dikarena ketika berhadapan dengan masyarakat kita harus melakukan pendekatan secara sosial dan itu ilmunya pak Farid, sedangkan untuk mengetahui kandungan bahan-bahan kimia butuh orang biologi dan itu bidang bu Fenny,” tambahnya.

Setiap tahunnya Kemenristekdikti telah mengucurkan anggaran untuk dosen yang ingin melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, akan tetapi ada prosedur yang harus dilewati. (ril)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.