Dua Pekan Operasi Patuh Seligi 2019, Satlantas Polres Anambas Berikan 324 Blangko Teguran

Kasatlantas Polres Anambas Iptu Boston Butar-butar memeriksa salah satu pengendara di Jl. SP Depan Pos Lantas dalam operasi patuh seligi 2019 beberapa waktu lalu. (F:SES)

Kasatlantas Polres Anambas Iptu Boston Butar-butar memeriksa salah satu pengendara di Jl. SP Depan Pos Lantas dalam operasi patuh seligi 2019 beberapa waktu lalu. (F:SES)

ANAMBAS (marwahkepri.com) – Operasi Patuh Seligi 2019 yang digelar selama dua pekan resmi berakhir pada Rabu (11//9/2019) kemarin.

Di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), operasi yang dimaksudkan untuk meningkatkan kepatuhan pengendara dan menekan angka kecelakaan di tersebut dilaksanakan secara acak disejumlah titik, seperti di Jembatan Selayang Pandang depan Pos Lantas 901, Pasir Peti Desa Dusun, Simpang Antang, Simpang Air Bini, Simpang Arung Ijo, depan Polsek Siantan, Bukit Tambun (Batu Tambun), Jl.Hang Tuah Simpang Tiga, Simpang Tiga Air Bini Rintis, Simpang Tiga Mesjid Jamik dan Jl. Imam Bonjol.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Kepulauan Anambas, Iptu Boston Butar-butar, Rabu (11/09/2019) menyatakan operasi yang digelar selama dua pecan tersebut menghasilkan 324 blangko teguran kepada pengendara roda dua maupun roda empat.

Blangko tersebut terdiri dari 159 blangko teguran tidak menggunakan helm, 64 blangko teguran tidak melengkapi surat kendaraan, 4 blangko teguran tidak memakai safety belt, 36 blangko teguran melawan arus, 35 blangko teguran pengendara dibawah umur dan 26 blangko teguran berboncengan lebih dari satu.

“Operasi Patuh Seligi mulai dari 29 Agustus hingga 11 September, operasi ini diadakan serentak di seluruh wilayah Kepulauan Riau (Kepri) dan seluruh Indonesia dengan nama operasi yang berbeda di tiap daerah,” ujarnya.

Menurutnya, ada delapan skala prioritas untuk penindakan selama operasi patuh diadakan. Dimana pihaknya akan melakukan penindakan apabila pengendara melanggar skala prioritas yang telah ditetapkan.

“Skala prioritas tersebut yakni pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm, knalpot standar,  fungsi rem kendaraan, kelengkapan surat, pengendara kendaraan roda empat tidak menggunakan safety belt, melawan arus, pengendara dibawah umur dan berboncengan lebih dari satu,” ucapnya.

Dia juga mengatakan bahwasannya pihaknya akan menindak penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar. Dimana sesuai aturan knalpot standar saja dapat digunakan kendaraan tersebut.

Selain itu tambahnya, pengendara motor yang tidak menggunakan helm masih tetap menjadi prioritas. Karena dari pantauan pihak Satlantas Polres Kepulauan Anambas, masih banyak pengendara yang tidak menggunakan helm.

“Karena fatalitas kecelakaan juga meningkat, akibat pengendara motor yang tidak menggunakan helm,” ujarnya.

Dijelaskannya bahwa operasi kali ini lebih mengedepankan penindakan. Hal ini untuk melindungi masyarakat dari hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk itu dia berharap masyarakat dapat melengkapi diri dengan surat-surat atau dokumen kelengkapan berkendara.

“Dalam berkendara lengkapi surat-surat lalu juga perhatikan alat keselamatan berlalu-lintas,” ujarnya.

Dia pun berharap agar masyarakat selalu bisa mematuhi aturan berlalu-lintas. Karena aturan tersebut dibuat untuk menyelamatkan masyarakat dari kecelakaan lalu lintas.

“Patuhi rambu-rambu lalu lintas dan cek kelengkapan berkendara,” harapnya.

Sementara itu untuk semua pengendara khususnya kendaraan roda empat, Kasatlantas ini meminta agar pengendaranya dapat menggunakan safety belt. Karena safety belt dapat melindungi seorang pengendara dari kecelakaan disaat berkendaraan.

“Gunakan safety belt sesuai ketentuan yang ada,” harapnya.

Dia juga mengingatkan kepada para orangtua, agar jangan membiarkan anak dibawah umur membawa kendaraan.

“Belum cukup umur jangan kasih bawa kendaraan,” jelasnya.(SES)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.