Polisi Berhasil Amankan Aktor Intelektualis Kerusuhan di Papua

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019). (F:net)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019). (F:net)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menyebut kepolisian berhasil menangkap aktor intelektualis berinisial FBK terkait kerusuhan di Papua dan Papua Barat saat akan berangkat menuju Wamena, pada Jumat (6/9/2019).

“Sebenarnya yang bersangkutan ditangkap di Papua ketika akan berangkat ke Wamena,” ungkap Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019).

Menurut keterangan polisi, FBK diduga menggerakkan massa secara langsung hingga terjadi kerusuhan di Papua. Namun, polisi juga mendalami dugaan keterlibatan FBK untuk menggerakkan massa di media sosial.

“Dia menggerakkan dari sisi akar rumput, kemudian menggerakkan dari aktor lapangan kerusuhan yang ada di Jayapura, ataupun di beberapa wilayah di Papua,” katanya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian menyebut bahwa ada sejumlah organisasi yang melatarbelakangi kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Dua di antaranya adalah United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat ( KNPB).

“ULMWP dan KNPB bertanggungjawab atas kejadian ini. Mereka yang produksi hoaks itu,” ujar Tito saat berkunjung ke Jayapura, Papua, Kamis (5/9/2019).

Menurut Tito, Polri sudah mengetahui siapa saja individu dan kelompok yang bermain atas kerusuhan yang terjadi di Papua dalam beberapa hari terakhir. Kapolri mengatakan, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) ikut digerakkan oleh ULMWP dan KNPB.

Tito menegaskan polisi sudah mengetahui siapa saja pelaku di balik penyebaran hoaks dan kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat, dari pertengahan hingga akhir Agustus 2019.

Selain itu, Tito juga mengatakan bahwa Polri sudah mengetahui maksud dan tujuan para pembuat kerusuhan tersebut. Menurut Kapolri, kerusuhan tersebut sengaja diciptakan menjelang Rapat Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCHR) dan menjelang Sidang Umum PBB. (kom)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.