Gegara KUSUKA, Nelayan Kesusahan Minyak Solar?

Antrian minyak di SPBU Ranai.

MARWAHKEPRI.COM, NATUNA – Nelayan Natuna mengeluh karena kesulitan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar, di SPBU milik pemerintah. Hal ini sudah berlangsung sejak satu pekan terakhir.

Untuk mendapatkan minyak solar, biasanya nelayan tinggal menunjukkan kartu identitas nelayan. Namun, hari ini petugas SPBU enggan melayani, dengan dalih ada aturan baru dari Dinas Perikanan Kabupaten Natuna.

Nelayan asal Sebala, Desa Batu Gajah, Jumardi, mengaku sangat kaget, karena ia tidak dapat membeli minyak walaupun sudah menunjukkan kartu nelayan. Untuk mendapatkan solar, harus ada rekomendasi pihak Dinas Perikanan.

“Saya kaget bang, jauh-jauh ke ranai mau beli minyak, taunya ditolak oleh petugas pom bensin. Padahal saya sudah bawa kartu nelayan”, sebut Jum kepada Marwahkepri.com, Minggu (01/09/2019).

Kalau selama ini kan kita tinggal menunjukkan kartu nelayan, sekarang tak bisa lagi, katanya harus ada rekomendasi dari Dinas Perikanan, timpalnya lagi.

Pria yang berprofesi sebagai nelayan rajungan sejak usia belasan tahun ini mengakui, ia baru mengetahui perihal aturan tersebut pada hari ini. Sebelumnya pihak SPBU tidak pernah mempertanyakan masalah rekomendasi.

“Kita sangat membutuhkan minyak solar, kalau tidak bisa beli bagaimana kita mau melaut. Nelayan hanya bisa ambil di SPBU Ranai dan di Sepempang, sekarang sudah tidak boleh, mau bagaimana?,”.

Ia juga menambahkan, belum pernah mendapatkan sosialisasi atau pemberitahuan baik secara lisan maupun tertulis, mengenai aturan baru tersebut dari dinas terkait.

Kepala Dinas Perikanan Natuna, Zakimin, membenarkan hal tersebut, menurutnya kartu nelayan sudah tidak berlaku lagi. Kendati demikian, ia tidak menjelaskan secara rinci, kapan mulai tidak berlaku ?.

“Ye, aturannya gitu, kartu nelayan tak berlaku lagi”, ujarnya kepada Marwahkepri.com, via What’sApp, Minggu (01/09/2019).

Menurut Zakimin, kartu nelayan tidak berlaku lagi, diganti dengan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA). Nelayan dapat mengurus KUSUKA di Dinas Perikanan.

Lanjutnya, aturan ini sudah diterapkan dan diberlakukan di sejumlah daerah di luar Natuna. Hanya saja, Pertamina Ranai baru menerapkannya belum lama ini.

Ditanya apakah Dinas Perikanan sudah pernah melaksanakan sosialisasi terhadap masyarakat nelayan, Zakimin sepertinya enggan menjawab.

Apa itu KUSUKA ?

KUSUKA adalah kartu yang dipergunakan sebagai identitas tunggal Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan.

Kartu tersebut berhak dimiliki oleh Nelayan, pembudidaya ikan, petambak garam, pemasar ikan, pengolah ikan dan pengusaha jasa pengiriman hasil perikanan.

Berlaku di seluruh Indonesia selama menjadi pelaku usaha kelautan dan perikanan, dan diperpanjang setiap 5 tahun.

Mengapa dibutuhkan ? Data identitas dari kartu KUSUKA dipergunakan sebagai database tunggal pelaku usaha kelautan dan perikanan, dimanfaatkan Kementerian untuk menentukan kebijakan terkait program perlindungan dan pemberdayaan pelaku usaha kelautan dan perikanan.

(Red)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.