Hendak Melaut, Nelayan Temukan Mayat Terdampar

Tim Polsek Serasan sedang melakukan upaya evakuasi.

MARWAHKEPRI.COM, NATUNA – Warga Desa Kerdau, Kecamatan Subi, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat pria tak dikenal, di pantai sebelah selatan pulau Kerdau, Sabtu pagi, 31 Agustus 2019.

Mayat ditemukan terdampar dibibir pantai, dengan kondisi telungkup dan mulai membengkak. Mengenakan celana jeans pendek berwarna biru, serta tidak mengenakan baju.

Salah seorang warga Subi, Fendi, mengatakan, mayat tanpa identitas tersebut pertama kali ditemukan oleh Pudin, seorang nelayan setempat.

Menurutnya, pagi hari itu sekitar pukul 10.30 WIB, Pudin hendak melaut untuk mencari Gurita, namun ketika melewati pantai, ia malah menemukan sosok jenazah tergeletak di pantai.

“Tadi pagi sekitar jam 10.30 WIB, ada salah satu warga desa Kerdau yang mau cari gurita, pasnya di pantai sebelah selatan pulau. Namanya Pudin, jadi dialah pertama kali menemukan mayat tersebut”, ujar Fudin kepada Marwahkepri.com, melalui pesan What’sApp.

Setelah disaksikan ramai-ramai oleh warga sekitar, akhirnya peristiwa ini pun dilaporkan kepada pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Serasan. Warga setempat tidak berani menyentuh korban, sebelum tim Kepolisian tiba disana.

Fendi mengakui, masyarakat tidak satu pun mengenali jenazah tersebut. Karena bukan merupakan warga Subi.

Penemuan mayat ini dibenarkan oleh Kapolres Natuna AKBP.Nugroho Dwi Karyanto, S.I.K, saat tatap muka dengan awak media di salah satu kedai kopi, di jalan Hang Tuah, Ranai (31/08/2019).

Kapolres Natuna AKBP.Nugroho Dwi Karyanto, S.I.K didampingi Kasatreskirim, bersama awak media.

Nugroho mengatakan, mayat yang ditemukan oleh masyarakat tersebut diidentifikasi bernama Ferdiyanto Bin Herwanto. Merupakan warga Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan (Kalbar).

“Kita sudah menghubungi pihak keluarganya yang berada di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, dan keluarganya membenarkan bahwa ada keluarga hilang saat melaut di perairan Laut Natuna Utara, tepatnya di perairan Desa Kerdau, Kecamatan Subi, Kabupaten Natuna”, imbuhnya.

Tambahnya, informasi ini diperoleh setelah melakukan pengecekan di Facebook teman satu kampungnya. Dari sanalah ditemukan pihak keluarganya.

“Selanjutnya kita mencoba menghubungi saudaranya, Kak Long Heny di Sambas melalui Handphone”.

Saat ini Kepolisian Natuna sedang melakukan indentifikasi mayat korban. Karena itu, Nugroho meminta insan pers agar bersabar menunggu informasi selanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Nugroho juga menghimbau kepada masyarakat Natuna, agar ekstra hati-hati ketika sedang melaut, karena pada musim selatan cuaca dan gelombang sangat ekstrim.

(Red)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.