Bupati Anambas Sampaikan Nota Keuangan Ranperda APBD Perubahan Tahun 2019

Bupati Anambas abdul Haris menyerahkan Nota Keuangan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) KKA Tahun Anggaran 2019 kepada Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas Imran, Rabu (28/8/2018) di Lantai I Sekretariat DPRD Anambas. (F:SES)

ANAMBAS (marwahkepri.com) – Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Imran secara resmi membuka sidang paripurna penyampaian atau pengantar Nota Keuangan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) KKA Tahun Anggaran 2019, Rabu (28/8/2018) di Lantai I Sekretariat DPRD Anambas.

Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris pada Pengantar Nota Keuangan mengungkapan pada tahun 2019 perubahan APBD menunjukkan terjadi surplus dari ABPD induk tahun anggaran 2019 lalu sebesar Rp. 52.334.212.507,62.

“Atau mengalami peningkatan sebesar 4.31%. Surplus tersebut terdiri dari surplus pendapatan daerah nomor 1 tahun 2019 tentang pertanggungjawaban pelaksana APBD tahun anggaran 2018,” ujarnya.

Haris menuturkan, penyusunan rancangan perubahan ABPD tahun anggaran 2019 disusun berdasarkan amanat peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah dengan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

“Untuk lebih khususunya diatur dalam peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 38 tahun 2018 tentang pedoman penyusunan APBD tahun anggaran 2019,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Haris  juga menyampaikan substansi ringkasan rancangan APBD-P mengalami kenaikan sebesar 3,51% atau sebesar Rp. 1.208.092.596.455,20 dibandingkan dengan APBD induk.

Menurut Haris, kenaikan itu terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mengalami kenaikan Rp. Rp.5.116.738.642,00 atau mengalami kenaikan sebesar 13,67%, dana perimbangan pada rancangan perubahan APBD tahun 2019 yang ditargetkan sebesar Rp. 1.060.133.627.531,00 atau mengalami peningkatan sebesar 4,81%.

Sementara untuk belanja tidak langsung sebesar Rp 443.554.519.306,56 atau naik sebesar 4,46% dan belanja langsung dialokasikan Rp 821.759.129.389,06 atau mengalami kenaikan 4,24%.

Lanjut Haris, berdasarkan postur belanja pada perubahan APBD KKA tahun anggaran 2019 tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa struktur belanja pada perubahan APBD KKA tahun anggaran 2019 tergolong sehat dengan komposisi belanja tidak langsung terhadap belanja langsung sebesar 35,05% dan 64,95%.

“Dengan demikian, jumlah belanja daerah dan pengeluaran pembiayaan pada perubahan APBD KKA tahun anggaran 2019 sebesar Rp 1.265.813.648.695.62 jika dibandingkan dengan penganggaran APBD induk tahun anggaran 2019 belanja daerah mengalami kenaikan sebesar 4,31% atau Rp 52.334.212.507.62,” paparnya.(SES)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.