Pemuda Ini Perkosa Bocah SD Secara Brutal

MH, pelaku pemerkosaan brutal terhadap H., bocah usia 13 tahun. Foto: Polres HSU

KALSEL (marwahkepri.com) – MH, seorang pemuda asal Amuntai Tengah, Hulu Sungai Utara (HSU)  memperkosa bocah perempuan inisial H (13) yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) bulan Mei 2019 yang lalu.

Pemerkosaan itu bermula ketika pelaku berpapasan dengan korban yang hendak pulang kerumahnya sekitar pukul 16.00 WITA. MH langsung mencegat korban yang tidak lain adalah tetangganya sendiri.

MH kemudian menarik korban dan menyuruhnya masuk ke dalam rumahnya. Awalnya korban menolak, namun MH mengancam korban menggunakan senjata tajam.

Karena ketakutan, H menuruti saja kemauan MH. Tersangka pun memaksa korban melepas pakaian, lalu memperkosa H secara brutal. Setelah selesai memperkosa H, tersangka MH kembali mengancam korban agar tidak memberi tahu hal tersebut kepada orang tua si korban.

MH melakukan perbuatan keji tersebut sebanyak tiga kali dalam kurun waktu tiga hari berturut-turut.

Dua bulan setelah kejadian ini, ayah korban melihat ada perubahan aneh pada H. Korban yang biasanya ceria, menjadi sering pendiam dan tidak banyak bicara. Pelapor pun menanyakan kepada korban apa yang telah terjadi. Korban pun menceritakan kejadian tersebut kepada pelapor.

Pelapor sangat terkejut dan tidak terima dengan kejadian hal tersebut dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres HSU guna penyidikan lebih lanjut.

Kamis, 29 Agustus 2019, Unit Jatanras Polres Hulu Sungai Utara segera meringkus MH setelah orang tua korban melaporkan pemerkosaan itu ke polisi.

Menurut Kepala Polres HSU AKBP Ahmad Arif Sopiyan lewat Kasatreskrim Polres HSU Iptu Kamarudin, pelaku tertangkap di sebuah rumah di Desa Muara Tapus, Kecamatan Amuntai Tengah pada pukul 17.00 WITA.

“Dari keterangan pelaku bahwa benar melakukan tindak pidana tersebut. Unit Jatanras Polres HSU langsung mengamankan pelaku dan dibawa ke Polres HSU guna proses lebih lanjut,” kata Iptu Kamarudin seperti dikutip dari banjarhits.id, Kamis 29 Agustus 2019.

Polisi turut menyita barang bukti satu helai seprei kelir ungu putih dan satu senjata tajam pisau dapur. Menurut dia, pelaku memperkosa korbannya dengan ancaman kekerasan.

“Sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 81 Ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” tutupnya.(mk/kump).

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.