Bupati dan Anggota DPRD Siak akan Cek Dugaan Pungli di SMPN 5 Kerinci Kanan

Bupati Siak H. Alfedri M.Si. (F;net)

SIAK (marwahkepri.com) – Bupati dan anggota DPRD Kabupaten Siak menyatakan akan mengecek kebenaran dugaan pungutan liar (pungli) di SMP Negeri 5 Kerinci Kanan.

“Saya akan minta Kadis PDK cek,” jawab Bupati Siak H. Alfedri M.Si dengan singkat membalas konfirmasi media ini melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp pada Selasa (20/8/2019) malam.

Anggota DPRD Siak yang membidangi Pendidikan Hj Gustimar S.Pd ketika dikonfirmasi juga mengaku akan mengecek kebenaran informasi dugaan pungli tersebut.

“Kita akan cek kebenarannya, karena belum ada laporan dari masyarakat ke kami. Saya juga baru dapat info ini, dan akan kami tindak lanjuti melalui dinas terkait,” jawabnya membalas aplikasi pesan singkat WhatsApp media ini.

Sebelumnya ramai diberitakan bahwa SMP Negeri 5 Kerinci Kanan memungut uang bangku sebesar Rp 425 ribu persiswa.

Selain modus uang bangku, pihak sekolah juga diduga melakukan pungli uang seragam siswa dengan meminta uang baju jauh diatas standar harga. SMP negeri 5 Kerinci meminta kepada siswa baru sebesar Rp 924 ribu untuk membeli bakal kain empat pasang seragam sekolah diluar upah jahit dan satu pasang baju olahraga yang sudah siap pakai.

Dugaan Pungli SMP Negeri 05 Kerinci Kanan tersebut diungkap sejumlah orangtua siswa yang baru masuk pada bulan Juli 2019 lalu.

“Uang bakal kain seragam hanya empat pasang ditambah satu pasang baju olahraga dipungut Rp 924 ribu rupiah. Upah jahit satu pasang minimal Rp 150 ribu dikalikan empat pasang sebesar Rp 600 ribu,” ucap salah seorang orangtua siswa berinisial M.

Kepala sekolah SMP Negeri 05 Kerinci Kanan Samaun dan ketua panitia penyelenggaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 Ermawati yang dikonfirmasi mengaku pungutan itu dilakukan oleh komite sekolah atas permintaan para orangtua siswa sesuai hasil musyawarah.

Namun Kepala SMP Negeri 05 Kerinci Kanan Samaun tidak mau memberitahukan nama toko tempat dibelinya bakal kain seragam tersebut. Sementara Ermawati hanya mengatakan bahwa kain tersebut dipesan secara online dari Jakarta. (Sona)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.