Demi Tegaknya NKRI, Aktivis Muda NU Batam Dirikan Pondok Pesantren

Para penggagas ponpes Nurut Taubah makan bersama sambil membahas pembangunan ponpes

BATAM (marwahkepri.com) -. Seorang cendekiawan muslim asal Mesir, Mustofa Al Ghulayaini dalam petuahnya pernah mengatakan jika “pemuda hari ini adalah pemimpin bangsa yang akan datang”.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh orang-orang Jepang, mereka mengatakan generasi sekarang nantinya akan diganti oleh generasi yang akan datang. Untuk itu pemerintah harus mempersiapkan generasi penerusnya yang memiliki pontensional untuk memajukan negaranya.

Bukan hanya dari Mesir ataupun Jepang, para aktivis muda NU Kota Batam juga mulai membuktikan kata-kata itu dengan sesuatu yang nyata. Terbukti, dalam waktu dekat ini mereka sepakat untuk mendirikan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Wal Hadist Nurut Taubah Batam.

Umar Faruq, salah satu penggagas pesantren saat ditemui oleh awak media mengatakan jika pendirian Ponpes Nurut Taubah itu adalah untuk membentengi Aqidah Ahlussunnah wal jama’ah Annahdliyah. Hal itu diperkuat setelah melihat latar belakang para pendirinya, mayoritas mereka merupakan pengurus dan aktivis muda NU Kota Batam dan juga jama’ah majlis dzikir yang berafiliasi kepada Nahdlatul Ulama(NU).

Ditempat terpisah, Husnul Yakin sekretaris umum (Sekum) ponpes Nurut Taubah mengamini apa yang disampaikan Umar Faruq atau yang biasa dipanggil Gus Far.

Dikatakan Husnul, Ponpes Nurut Taubah selain akan mencetak para Tahfidzul Quran dan Hadist, santri juga akan diajarkan bagaimana menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang mencintai negaranya.

“Karena saya lihat sekarang bukan hanya NU yang mempunyai pondok pesantren, melainkan ada kelompok kelompok lain yang juga mendirikan pondok pesantren yang mengaku Ahlussunnah tapi dalam prakteknya belum tentu Ahlussunnah, bahkan menjadi kelompok yang memecah belah bangsa. Oleh karena itu pemuda dan generasi muda NU terutama para aktivis muda NU harus semangat membentengi generasi muda selanjutnya dengan pendidikan yang benar yang cinta akan NKRI,”terang Husnul.

Pesanten ini rencananya akan dibangun di lahan seluas seribu meter atau setara 18 kavling dengan dasar lahan membeli kepada salah satu perusahaan di daerah Kavling Sambau. Di tunjuk sebagai Ketua Panitia pembangunan Puji Cahcoyo yang juga merupakan salah satu jama’ah majelis dzikir di Kota Batam.

Husnul berharap, pembangunan pondok pesantren ini akan terealisasi sesuai rencana, sehingga mereka juga lebih cepat untuk mencetak para generasi penerus bangsa.(mk/mun)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.