BMKG Pontianak: 1.124 Titik Panas Tersebar di 14 kabupaten/kota di Kalbar

Kabut asap menyelimuti Sungai Kahayan yang berada di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (26/7/2019). (F:net)

Kabut asap menyelimuti Sungai Kahayan yang berada di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (26/7/2019). (F:net)

PONTIANAK (marwahkepri.com) – Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Erika Mardiyanti menyatakan ada 1.124 hotspot atau titik panas yang tersebar di 14 kabupaten/kota di Kalbar. Titik panas tersebut, berdasarkan pengolahan data Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dari tanggal 11 hingga 12 Agustus 2019. Dari data LAPAN tersebut, titik panas terbanyak berada di Kabupaten Sanggau, yakni 308 titik panas.

Sementara itu, di tempat terpisah Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan, pihaknya berencana akan memundurkan jam belajar tanpa meliburkan aktivitas belajar di kota itu karena dampak kabut asap akibat karhutla.

“Kami akan memantau terus perkembangan kondisi udara, sebab kondisi asap masih belum stabil antara pagi, siang dan malam,” kata Edi yang dilansir Antara, Senin (12/8/2019).

Dia menjelaskan, pihaknya akan melihat situasi sebelum mengambil keputusan. Menurutnya, jika pagi hari kondisi asap sangat pekat jam belajar akan dimundurkan tanpa meliburkan siswa sehingga aktivitas belajar mengajar tetap berjalan.

Pihaknya juga akan mengurangi jam belajar siswa di sekolah bila kondisi udara masih diselimuti asap. Namun apabila kualitas udara sudah masuk kategori sangat tidak sehat, maka aktivitas belajar mengajar siswa di sekolah akan diliburkan.

“Harapan kita mudah-mudahan tidak berdampak pada aktivitas pendidikan karena sangat merugikan kita semua,” tuturnya. (dtk)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.