Inginkan Kebebasan, Pencari Suaka Gelar Demonstrasi di Depan Kantor IOM Tanjungpinang

pencari suaka asal Afghanistan, Sudan, Pakistan dan Somalia kembali menggelar demonstrasi di Kantor Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM) Kota Tanjungpinang

Pencari suaka asal Afghanistan, Sudan, Pakistan dan Somalia kembali menggelar demonstrasi di Kantor Organisasi Internasional untuk Migrasi Kota Tanjungpinang. (F:diskominfo)

TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Sekitar 200 orang pencari suaka asal Afghanistan, Sudan, Pakistan dan Somalia kembali menggelar demonstrasi di Kantor Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM) Kota Tanjungpinang, Rabu (7/8/2019) karena tuntutannya belum dipenuhi.

Aksi ini merupakan aksi ketiga kalinya yang dilakukan dengan tuntutan yang sama. Aksi kali ini pun tidak membuahkan hasil karena tidak ada pertemuan antara pengurus Badan Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR) Tanjungpinang dengan mereka.

“Rencananya lima hari kami demonstrasi di sini. Besok kami ke sini lagi,” kata Alzobier, salah seorang pencari suaka.

Alzobier mengatakan pencari suaka membutuhkan kebebasan untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan. Pembatasan ruang gerak dan waktu beraktivitas selama tinggal di Hotel Badra, Bintan menjadi permasalahan besar karena mereka tidak ingin menghabiskan waktu dengan hal yang kurang bermanfaat.

Pencari suaka merasa ada harapan besar untuk menjadi anak bangsa negara tertentu, dapat bekerja, memiliki pendidikan dan hidup dalam kondisi aman.

“Kami bukan pelaku kejahatan. Kami ini meninggalkan negara kami yang sedang berkonflik. Kami kehilangan keluarga,” katanya.

Ia juga meminta unjuk rasa ini jangan disalahartikan oleh Pemerintah Indonesia. Selama ini, kata dia Pemerintah Indonesia dan masyarakat Pulau Bintan (Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan) sudah bersikap baik, dan mau menerima mereka seperti bagian dari keluarga.

Sebagian para pencari suaka sudah tujuh tahun berada di Bintan tanpa kepastian kapan akan diberangkatkan ke negara ketiga.

Jhon, pencari suaka lainnya, mengaku rindu dengan anak dan istrinya di Afghanistan.

“Anak saya masih kecil, cantik. Saya ingin berkumpul dengan keluarga saya,” ucapnya. (mc)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.