Warga Desa Rantau Baru Berikan Kuasa Pengurusan Lahan 300 Hektar kepada LBH Brata Jaya Riau

Masyarakat Desa Rantau Baru memberikan surat kuasa pengurusan lahan seluas 300 hektar kepada LBH BJR pada Minggu (21/7/2019). (F:Sona)

PELALAWAN (marwahkepri.com) – Persoalan polemik 300 hektar lahan masyarakat Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau secara resmi telah dikuasakan kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Brata Jaya Riau (BJR) pada Minggu (21/7/2019).

Polemik tersebut bermulaada tahun 2006, Bupati Pelalawan menerbitkan SK No. KPTS/413,2/DKS/V/2006 atas lahan seluas 300 hektar sebagai alokasi areal relokasi rawan bencana banjir bagi masyarakat Desa Rantau Baru. Akan tetapi lahan tersebut kini telah dikuasai oleh pihak lain, sehingga membuat masyarakat Desa Rantau Baru keberatan.

Baca juga: https://marwahkepri.com/2019/02/15/warga-rantau-baru-pertanyakan-status-lahan-koptan-bakti-bersama/

Masyarakat Desa Rantau Baru telah jenuh menunggu kepastian hukum selama bertahun-tahun setelah berbagai upaya dilakukan memperjuangkan lahan 300 hektar itu. Laporan mulai dari Camat Pangkalan Kerinci, sampai kepada Pemda Pelalawan, dan beberapa kali dihearing oleh DPRD Pelalawan. Dan tim yang dibentuk oleh Pemda Pelalawan telah turun di lapangan melakukan pengukuran lahan itu,” jelas ketua LBH BJR M Nuh Syafii SH pada Senin (22/7/2019) kepada media ini di Pangkalan Kerinci.

Bahkan, katanya masyarakat Desa Rantau Baru juga pernah melaporkan masalah lahan itu di Mensesneg. Dan juga telah dilaporkan kepada GakKum KLHK Propinsi Riau, dan kepada Kapolda Riau, namun sampai detik ini masyarakat Rantau Baru belum mendapatkan keadilan.

Baca juga: https://marwahkepri.com/2019/04/01/pemda-pelalawan-mengaku-bingung-selesaikan-polemik-lahan-300-ha-di-desa-rantau-baru/

Dikatakannya, pada Minggu (21/7/2019) masyarakat Desa Rantau Baru melaksanakan rapat dengan mengundang LBH BJR. Rapat itu dihadiri oleh oleh Pj Kepala Desa Rantau Baru Nazwir Alam S.Pd dan seluruh perangkatnya.

Dalam rapat tersebut seluruh masyarakata Rantau Baru sepakat persoalan lahan 300 hektar tersebut dikuasakan kepada LBH BJR. Sehingga dalam kesempatan itu, Pj Kades Rantau Baru dan didampingi oleh seluruh perangkat desanya, langsung menyerahkan kuasa kepada ketua LBH BJR M. Nuh Syafii SH yang disaksikan oleh seluruh masyarakat Desa Rantau Baru.

Dengan telah diterimanya kuasa dari masyarakat Desa Rantau Baru, M. Nuh Syaafii menegaskan, bahwa pihaknya akan segera membawa permasalahan lahan seluas 300 hektar tersebut ke jalur hukum, baik itu pidana maupun perdata.

“Dalam waktu dekat akan dikejar dulu unsur pidananya, dengan membuat laporan ke Polda Riau,” ujarnya. (Sona)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.