Roy : Masyarakat Madina Jangan Memilih Pemimpin Karena Popularitas

Roy Anshory, aktivis mahasiswa UMTS

MANDAILING NATAL (marwahkepri.com) – Menjelang Pilkada yang akan dilaksanakan 2020 mendatang, Roy Anshory salah satu putera daerah Mandailing Natal (Madina)  yang juga aktivis mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (BEM FKIP UMTS) berharap masyarakat tidak salah dalam memilih pemimpin saat Pilkada nanti.

Saat ini dikatakan Roy, masyarakat Madina merindukan sosok pemimpin yang benar-benar  memberikan perhatian kepada masyarakat, terutama masyarakat kalangan menengah kebawah, karena sepanjang periode Bupati Dahlan Hasan, menurut Roy  pembangunan di Madina tidak merata dan sebagian daerah hampir tidak memberikan dampak terhadap perkembangan kesejahteraan masyarakat.

Roy Anshory (tengah , almamater merah) bersama BPH BEM FKIP UMTS

“Beberapa kawan kita yang berasal  dari Muara Sipongi juga banyak yang mengeluhkan perkembangan yang hampir nihil didaerahnya selama periode bupati sekarang, untuk itu kita berharap masyarakat jangan tertipu lagi dengan iming-iming janji palsu dari calon pemimpin Madina nanti,”kata Roy saat dihubungi marwahkepri.com via whastapp Senin (22/7/2019).

Roy percaya, jika Bupati yang akan datang tipenya masih sama seperti yang ada saat ini, yang hanya bermodalkan janji palsu, hal itu hanya akan memperpanjang derita masyarakat. Roy berani mengatakan seperti itu karena dia sendiri sudah pernah melakukan survei kedaerah-daerah.

“Sungguh miris pembangunan dibeberapa daerah di Madina ini,”ungkap Roy.

Roy berharap, masyarakat harus mengerti mana figur yang memiliki mentalitas membangun dan memiliki jejaring yang kuat baik di nasional maupun Internasional. Jangan karena calon Bupati nanti hanya terkenal dan memiliki banyak pendukung tetapi tidak faham bagaimana membangun masyarakat.

Dia mencontohkan kecamatan Muara Sipongi yang rata-rata mata pencahariannya sebagai petani.

“Tapi apa pembangunan dari bupati yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat disana? Muara Sipongi punya potensi budidaya aren. Apakah bupati paham dan mau membuka pintu agar budidaya aren ini menjadi opsi usaha masyarakat. Hal hal seperti ini perlu karena berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,”terangnya.

Untuk itu, sebagai mahasiswa asal Madina yang sangat mencintai daerahnya, Roy berharap agar masyarakat nantinya memilih bupati yang punya jejaring internasional agar bisa membuka peluang investasi dalam memajukan budidaya aren atau lain-lainnya.

“Tokoh-tokoh masyarakat Madina harus menyuarakan itu. Jangan mau mendorong seseorang hanya karena popularitas. Misalnya, karena selama ini terkenal tukang ceramah, punya pengajian banyak. Lantas didorong menjadi calon bupati. Maaf, penceramah itu bagus, terlibat aktif dalam mencerdaskan masyarakat. Tapi menjadi penceramah dan menjadi bupati adalah dua hal yang sangat berbeda. Penceramah sudah tentu terkenal, tetapi kan belum teruji dengan jejaring dan kompetensi memimpin. Itu poinnya maksud saya” tutup Roy.(mk/mun)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.