Pengelola Kantin Benarkan SMK Negeri 01 Pungut Biaya Sewa Kantin Sekolah

Kepala SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci Nurasia M.Pd. (F:ist)

PELALAWAN (marwahkepri.com) – Tuyan, salah satu pengelola kantin di SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci mengaku menyetor biaya sewa kantin kepada pihak sekolah sebesar Rp 85 ribu setiap minggunya.

“Jika menunggak tetap ditagih sampai lunas, dan kalau tidak sanggup bayar, disuruh tinggalkan kantin,” ungkapnya kepada media ini di SP 6 Pangkalan Kerinci, Senin (22/7/2019) menanggapi pernyataan kepala SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci Nurasia M.Pd yang membantah memungut biaya sewa kantin sekolah.

Baca juga: https://marwahkepri.com/2019/07/20/kepala-smk-negeri-01-pangkalan-kerinci-bantah-pungut-biaya-sewa-kantin/

Tuyan menyebutkan, kurang lebih tiga tahun ia telah membuka kantin di SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci. Dia melanjutkan kantin tersebut dari orang lain dan selama itu pihak SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci memang memungut sewa kantin.

“Saat sekolah masuk sampai hari Sabtu, SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci pungut sewa seluruh kantin sekolah sebesar Rp 400 ribu setiap bulan. Setelah sekolah ditiadakan pada hari Sabtu, maka kami hanya dikutip sebesar Rp 85 ribu setiap minggu,” tuturnya.

Lanjut Tuyan, selama ini pengelola kantin mengaku tidak tahu untuk apa kegunaan uang pungutan sewa kantin tersebut, karena tidak pernah diberitahukan.

“Tahunya kami setiap minggu, kami pengelola kantin dipungut sewa sebesar Rp 85 ribu tiap minggu,” ungkapnya.

Dikatakan Tuyan, pasca masalah pemungutan sewa kantin sekolah itu telah dipertanyakan oleh wartawan, seluruh pengelola kantin dipanggil pada hari Jumat 20/7/2019) lalu.

“Setelah dikumpulkan, Kepala Sekolah SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci, menyuruh kami keluar jika tidak mau menyetor sewa kantin itu,” sebutnya menirukan ucapan kepala SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci.

“Jika dikatakan bukan paksaan pemungutan sewa kantin sekolah itu, tetap ditagih kalau menunggak. Bila sudah tidak sanggup menyetorkan kepada pihak sekolah, kami pengelola kantin disuruh keluar,” tuturnya. (Sona)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.