Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti KKN Kota Batam Datangi Kantor BP Batam Pertanyakan Lelang Pengadaan Dermaga Batu Ampar

Beberapa perwakilan dari mahasiswa mendatangi kantor BP Batam, Jumat (19/7/2019)

Beberapa perwakilan dari mahasiswa mendatangi kantor BP Batam, Jumat (19/7/2019)

BATAM (marwahkepri.com) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Batam bersama Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti KKN Kota Batam kembali menyoroti proses pelelangan yang dilakukan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam terkait lelang pengadaan Fender Dermaga Batu Ampar dengan pagu senilai Rp.10.664.960.000 dengan mendatangi Kantor BP Batam Jumat (19/07/2019).

Kedatangan mereka tersebut untuk meminta tanggapan Kepala BP Batam, Edy Putra terkait proyek yang diduga syarat dengan nepotisme. Namun, kedatangan mereka itu sepertinya tidak membuahkan hasil karena yang bersangkutan setelah di konfirmasi lewat resepsionis sedang tidak berada di tempat.

“Kami telah berupaya untuk melakukan dialog langsung dengan kepala BP Batam, kami ingin tahu tanggapan beliau, namun beliau sedang tidak di tempat, meski begitu kami akan terus berupaya agar segera mendapat kejelasan tentang pelelangan proyek tersebut secara transparan,” kata Ibrahim, SH.

Ibrahim juga megatakan mereka akan kembali menggelar aksi unjuk rasa bersama Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti KKN Kota Batam di depan Kantor BP Batam. Tidak hanya melakukan unjuk rasa, mereka juga akan membawa surat pernyataan sikap pada pihak Kejaksaan Negeri Kota Batam.

”Surat pemberitahuan tentang aksi ini juga akan segera kami serahkan ke Polresta Barelang,” jelas Ibrahim.

Lanjut Ibrahim, aksi ini dilakukan, demi terwujudnya pemerintahan yang baik, bersih, bebas dari tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme, dan pentingnya melakukan pengawasan dari masyarakat baik pemuda maupun mahasiswa bersama-sama dengan penegak hukum, melakukan kontrol terhadap pelaksana/penyelenggara negara yang terindikasi kuat menyelewengkan anggaran negara, baik APBD maupun APBN. Keriuhan para mahasiswa dan aliansi ini bermula ketika Badan Pengusahaan (BP) Batam melelang pengadaan Fender Dermaga Batu Ampar belum lama ini, dengan pagu senilai Rp 10.664.960.000,00.

Lebih lanjut, Ibrahim juga mengatakan sejauh ini tahapan tender lelang tersebut telah selesai dilaksanakan dan panitia lelang memutuskan PT CMA memenangkan lelang, dengan harga penawaran senilai Rp 7.607.000.000,00.

Dari data LPSE di informasikan, bahwa lelang tersebut diikuti sedikitnya oleh 51 perusahaan, dan sedikitnya 6 perusahaan yang terkoreksi harga penawarannya oleh panitia. Seiring berjalannya waktu, beberapa pihak menduga bahwa proyek ini syarat nepotisme.

“Dari awal Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah merilis persyaratan lelang, dengan ketentuan berpengalaman dibidang pembangunan dermaga, namun beberapa saat kemudian PPK menghilangkan persyaratan tersebut dengan membuat adendum baru, yang mengabaikan syarat teknis tersebut,” kata Ibrahim.

Ibrahim menegaskan, bahwa tindakan dari panitia PPK tersebut sangat fatal dengan mengabaikan hal vital pada proyek pekerjaan nantinya.

“Jika ini tetap dilakukan, maka PPK akan melahirkan pemenang tender yang tidak punya pengalaman seperti perubahan persyaratan, hal ini yang sangat tidak masuk akal, pengerjaan proyek ditempat penting pelabuhan Batuampar yang menghabiskan dana hingga Rp 10,3 miliar ini terkesan seperti pengerjaan proyek PL,” tutupnya.(mk/red)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.