Rida K Liamsi Kembali Luncurkan Novel Sejarah Bertema Dendam Cinta dan Politik di Kerajaan Melayu

Bedah Buku saat peluncuran novel Rida K Liamsi. (F: viswara)

Bedah Buku saat peluncuran novel Rida K Liamsi. (F: viswara)

TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Budayawan Rida K Liamsi kembali meluncurkan buku terbarunya, sebuah novel sejarah berjudul “Selak Bidai Lepak Subang Tun Irang”. Peluncuran bersempena Hari Jadi Rida ini berlangsung di Gedung Perpustakaan Yusuf al Ahmadi, Tanjungpinang, Rabu (17/7).

Peluncuran berlanjut dengan sesi bedah buku yang menghadirkan pembicara DR Abdul Malik M.Pd (Budayawan), Aswandi Syahri (Sejarawan), serta DR Sita Rohana (Sejarawan) yang dipandu oleh Fatih Muftih (Penulis). Terselenggara atas kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemprov Kepri.

Novel Selak Bidai Lepak Subang Tun Irang memiliki nilai sejarah yang harus menjadi tauladan bagi anak-anak remaja atau milenial. Tercatat, ada18 nilai karakter yang terkandung dalam novel Rida K Liamsi diluncurkan, Rabu (17/7).

Menurut Abdul Malik yang juga Dekan FKIP UMRAH tersebut, nilai-nilai sopan santun, cinta tanah air, bertanggungjawab, dan nilai nilai karakter lainnya terkandung di dalam novel yang ditulis dengan lincah oleh Rida K Liamsi.

 

Novel Selak Bidai Lepak Subang Tun Irang. (F: ist)

Meski demikian, Malik mengingatkan novel ini harus dibaca mereka berumur di atas 17 tahun karena menyangkut soal percintaan. Seorang perempuan putri kerajaan yang cintanya dihianati oleh Raja Kecik yang memilih adik dari Tun Irang yang semula dijanjikan akan dinikahi. Seharusnya Raja Kecik menikah dengan Tun Irang.

Novel Rida kali ini mengisahkan seorang perempuan kerajaan yang cerdas, memiliki daya lobi yang luar biasa hebat sehingga bisa meyakinkan lima Opu yang dipimpin Daeng Perani untuk membantu Tun Irang merebut kembali kerajaan yang pernah dimiliki ayahnya direbut oleh Raja Kecik.

Novel yang dari awal hingga akhir banyak mengandung konflik antara dua beradik karena Tun Irang dikalahkan oleh adiknya karena dinikahi Raja Kecil. Terpenting adalah bagaimana konflik emosional dibancuh konflik politik menambah daya tarik novel sejarah ini.

Rida K Liamsi, mengatakan novel ini menggunakan bahan baku sejarah memiliki kebebasan untuk membawa arah alur cerita. Buku tersebut awalnya Luka Cinta Tengku Tengah atau Tun Irang.Tetapi kata Rida, tokoh ini sosok yang luar biasa.

“Sebetulnya siapa yang memenangkan konflik politik ini?Perlawanan Tengku tengah, sampai di jenjang perkawinan anak anaknya.Dan baca buku ini harus sampai tuntas,” ujarnya.

Rida menemukan prasa yang tak mudah diucapkan perempuan seperti Selak Bidai Lepak Subang di Tuhfat Al Nafiz untuk membujuk agar lima Daeng mau membantu.

“Pertaruhan politik saat itu sangat luar biasa.Sehingga Tun Irang berani mengambil keputusan strategis mengundang lima Opu Bersaudara. Memang saat itu Tun Irang mengalami kondisi tertekan, ayahnya dibunuh dan cintanya dihianati,” kata Rida.

Rida mengatakan buku ini bertujuan supaya generasi sekarang belajarlah dari sejarah sehingga kita menjadi sesuatu. Buku ini untuk dibaca siapa saja. Karena anak-anak sekarang sudah cerdas,” kata Rida. (mk/tpi/r)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.