BPS Kepri: Beras Berikan Sumbangan Terbesar terhadap Garis Kemiskinan

Ilustrasi. (F:net)

TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat beras memberikan sumbangan terbesar terhadap garis kemiskinan. Adapun sumbangan beras sebesar 15,61 persen di perkotaan dan 23,48 persen di pedesaan. Sementara rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap garis kemiskinan.

“Kontribusi rokok kemiskinan sebesar 8,66 persen di perkotaan dan 10,83 persen di perdesaan,” kata Kepala BPS Kepri Zulkipli di Tanjungpinang, Selasa (16/7/2019).

Komoditas lainnya yang menyebabkan jumlah penduduk miskin bertambah yakni ayam ras sebesar 4,12 persen di perkotaan dan 3,52 persen di pedesaan, kue basah 3,19 persen di perkotaan dan 5,29 persen di pedesaan, tongkol atau tuna 2,94 persen di perkotaan dan 2,38 di pedesaan.

“Komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar baik pada garis kemiskinan di perkotaan dan pedesaan adalah perumahan, listrik, dan bensin,” katanya

Zulkipli menjelaskan berdasarkan periode September 2018-Maret 2019, garis kemiskinan naik sebesar 4,59 persen yaitu dari Rp 567.972 per kapita per bulan pada September 2018 menjadi Rp 594.059 per kapita per bulan pada Maret 2019.

Sementara komponen garis kemiskinan terdiri dari garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan bukan makanan. Peranan komoditi makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan.

“Besarnya sumbangan GKM (Garis Kemiskinan Makanan) terhadap GK pada Maret 2019 sebesar 66,66 persen,” katanya.

Sementara itu, jumlah  masyarakat miskin di Kepri pada Maret 2018-Maret 2019 mencapai 128.462 orang atau naik sebanyak 3.100 orang dibandingkan September 2018.

“Namun secara umum tingkat kemiskinan di Provinsi Kepulauan Riau pada periode tahun 2012- 2019 mengalami fluktuasi baik dari sisi jumlah maupun persentase,” tuturnya.

Sementara bila dibanding dengan Maret tahun sebelumnya jumlah penduduk miskin di Kepri turun sebanyak 3.214 orang.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, kata dia pada periode September 2018-Maret 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah sebanyak 5.748 orang, sedangkan daerah perdesaan berkurang sebanyak 2.649 orang. Persentase kemiskinan di perkotaan naik dari 5,15 persen menjadi 5,33 persen.

“Di perdesaan turun sebesar 0,22 dari 11,26 persen menjadi 11,04 persen,” ujarnya. (mc)

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.