13 OKP Minta THM Kembali Dibuka, Yusuf: Akan Kita Koordinasikan dengan Pihak Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Karimun, M Yusuf Sirat. (F:ist)

Ketua DPRD Kabupaten Karimun, M Yusuf Sirat. (F:ist)

KARIMUN (marwahkepri.com) – Sebanyak 13 organisasi kepemudaan (OKP) di Kabupaten Karimun meminta Tempat Hiburan Malam (THM) yang telah ditutup dibuka kembali. Permintaan itu disampaikan 13 OKP saat menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama DPRD Kabupaten Karimun, Rabu (10/7/2019).

Para OKP tersebut di antaranya Pameral, Kerukunan Pemuda Karimun, Patron, Perpat dan Perpat Pesisir. Kepada pimpinan DPRD, 13 OKP itu menyampaikan aspirasi agar THM di Karimun dibuka kembali setelah ditutup beberapa hari lalu.

Pasalnya, mereka mengaku prihatin atas nasib 200 pekerja warga tempatan yang selama ini menggantungkan nasibnya di THM tersebut.

“Menurut kami dengan ditutupnya THM akan menimbulkan dampak buruk serta menambah pengangguran di Kabupaten Karimun. Sebab untuk mencari pekerjaan itu susah dan rata-rata yang berkerja itu anak tempatan,” kata Ketua OKP Pameral Kabupaten Karimun, Piter melalui telepon, Rabu (10/7/2019).

Menurut Piter, penutupan THM tersebut atas permintaan dua ormas yakni FPI dan LMB Karimun. Pasalnya keduanya menuding THM sudah disusupi judi ketangkasan. Namun sayangnya kedua ormas tersebut tidak diundang ke rapat dengar pendapat dengan DPRD Karimun.

Sementara itu, Ketua DPRD Karimun Muhammad Yusuf Sirat mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan anggotanya guna menyambungkan aspirasi yang disampaikan 13 OKP tersebut. Yusuf menilai, pihaknya memerlukan berbagai pertimbangan dan tidak bisa memutuskan secara langsung.

“Kita sebagai dewan perwakilan rakyat hanya menampung aspirasi dari ormas dan OKP, namun tetap kita berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” kata Yusuf yang juga dihubungi melalui telepon.

Politisi Partai Golkar tersebut menilai, DPRD hanya memediasi guna membantu menjaga kondusifitas dan stabilitas keamanan Karimun.

“Jangan sampai masalah-masalah kecil seperti ini berakibat fatal bila tidak diselesaikan,” jelasnya. (kom)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.