Akibat Narkoba Tiap Hari 50 Orang Meregang Nyawa, Setahun 18.250 Orang

Ilustrasi (F: Kompas)

 

JAKARTA (Marwahkepri.com) – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat), Henry Yosodiningrat, mengungkapkan sebanyak lima juta jiwa anak bangsa menjadi pecandu narkoba. Bahkan, setiap hari sekitar 50 orang yang meninggal dunia akibat mengonsumsi barang haram tersebut. Jika dikalkulasikan dalam setahun 18.250 orang harus mati hanya karena narkoba.

“Apakah ini akan kita biarkan? Tentunya tidak. Kita mesti siap generasi milenial yang sehat, berkualitas, cerdas dan bermartabat tanpa narkoba. Pemerintah telah bangun banyak infrastruktur jalan dan lain-lain mempersiapkan Indonesia hebat. Namun jika generasinya rusak karena narkoba, siapa lagi yang akan melanjutkannya,” kata Henry dalam Deklarasi Anti Narkoba Generasi Milenial Padang, Minggu 3 Maret 2019.

Henry menegaskan Granat saat ini sudah menjalin kerja sama dengan Bareskrim Polri untuk mengajak kaum milenial di sejumlah daerah di Indonesia bersama memerangi kejahatan Narkoba.

Salah satunya, melalui kegiatan deklarasi ini. Tujuannya, kata Henry, untuk membangun komitmen generasi milenial yang berani tolak narkoba, siap jadi generasi sehat berkualitas dan bermartabat.

“Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama DPP Granat, mengajak kelompok milenial untuk bersama memerangi peredaran ataupun penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Kami harap motor organisasi ini bisa bergerak dan menekan angka pemakaian narkoba di kaum milenial,” ujar Henry.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit menegaskan, generasi milenial yang merupakan calon pemimpin dan harapan masa depan bangsa, harus menolak keras dan ikut serta memberantas Narkotika. Karena dampak dan bahaya narkoba dapat merusak masa depan generasi milenial.

“Atas nama pemerintah provinsi Sumatera Barat, memberikan apresiasi dan menyambut baik gerakan anti narkoba generasi milenial. Di Sumbar, ada banyak pintu narkoba lewat darat masuk daerah ini, dari Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Utara dan dari laut lepas Samudra Hindia,” kata Nasrul.

Untuk itu, para orang tua, ninik mamak, bundo kanduang, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan diharapkan agar selalu memberikan pendidikan karakter agar generasi milenial Sumatera Barat tidak mengkonsumsi narkoba.
Lebih lanjut Nasrul mengatakan, Sumatera Barat dengan karakter budaya filosofi Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah, jelas menolak bahaya dan dampak Narkotika. Maka peredaran narkoba mesti diberantas sampai ke akarnya.

“Dalam RPJMN, Indonesia telah merancang Indonesia Hebat pada tahun 2045, di mana Indonesia pada masa itu merupakan negara maju nomor lima dunia. Agar semua itu dapat terwujud, generasi milenial Indonesia mesti jauh dari narkoba,” ujar Nasrul. (mk/viva)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.