Lanal Ranai Musnahkan KIA Vietnam

Pemusnahan KIA Vietnam.

MARWAHKEPRI.COM, NATUNA – Lanal Ranai memusnahkan 1 unit Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam dengan cara dibakar, di perairan Pulau Tiga, Jumat 01 Maret 2019. Giat dipimpin langsung Danlanal Ranai, Kolonel Laut (P) Harry Setyawan.

Pemusnahan KIA Barang Bukti Ilegal fishing di Lanal Ranai, pelaksanaannya dalam proses penyidikan ada tiga buah, yaitu :

KIA Vietnam (KG 94810 TS), tangkapan KRI WIR-379. KIA Vietnam (BV 98299 TS), tangkapan KRI WIR-379. KIA Vietnam BV 92439 TS, tangkapan KRI SRE – 386.

Adapun dasar pemusnahan barang bukti KIA Berdasarkan UU RI No.45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 2004 tentang Perikanan, Pasal 76 A yang berbunyi ” Benda dan/atau alat yang digunakan dalam dan/atau yang dihasilkan dari tinfak pidanan perikanan dapat dirampas untuk negara atau dimusnahkan setelah mendapat persetujuan Ketua Pengadilan Negeri.

Dasar kedua berdasarkan Ketetapan Pengadilan Negeri Ranai, Tap Izin Musnah BB Kapal No.23/Pen.Pid.Sus-PRK/2018/PN Ran, Tanggal 28 Nopember 2018.

Cara pemusnahan akan dilaksanakan dengan penenggelaman, namun karena KIA BV 98299 TS mengalami kebocoran dan tidak dapat dibawa ke lokasi penenggelaman maka KIA BV 98299 TS dilaksanakan pemusnahan dengan cara dibakar (berdasarkan UU RI No.45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 2004 tentang Perikanan, Pasal 69 Ayat 4 yang berbunyi “Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) penyidik dan/agau pengawas perikanan dapat melakukan tindakan khusus berupa pembakaran dan/atau penenggelaman kapal perikanan yang berbendera asing berdasarkan bukti permulaan yang cukup).

Selanjutnya pada hari Sabtu tanggal 2 Maret 2019, direncanakan akan dilaksanakan pemusnahan dengan cara penenggelaman terhadap dua buah KIA Vietnam (KG 94810 TS), tangkapan KRI WIR-379, KIA Vietnam BV 92439 TS, tangkapan KRI SRE – 386 dilokasi penenggelaman pada posisi : 03 36 399 LU dan 108 06 546 BT.

KIA yang akan ditenggelamkan tersebut adalah pelaku illegal fishing yang ditangkap oleh TNI ANGKATAN LAUT (TNI AL) dalam hal ini Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) diperairan Natuna Utara. Kapal tersebut berbendera asing, tidak hanya berbendera asing tetapi kapal-kapal tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen.

Ketiga kapal Vietnam tersebut telah melakukan tindak pidana perikanan di Perairan ZEEI WPPRI tanpa dilengkapi SIUP dan SIPI serta menggunakan alat tangkap yang dapat merusak lingkungan serta biota laut.

Wilayah perairan Natuna merupakan salah satu wilayah illegal fishing dan kerap menjadi fishing zone kapal-kapal pencuri ikan dari beberapa negara yang berniat menambang kekayaan sumber daya perikanan diperairan Natuna.

(mk/rilis)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.