IDI Lingga : Jaspel 2016 dan 2017 Dibayar Memakai Dana Tahun Itu Sendiri

(net)

Lingga (marwahkepri.com) – Ketua  Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Lingga dr. Indra Jaya katakan jasa pelayanan tahun 2016 dan 2017 yang dibayar pada tahun 2018 bukan menggunakan pendapatan tahun 2018. Tetapi jasa pelayanan tersebut dibayar memakai anggaran tahun 2016 dan 2017 itu sendiri.

“Dulu itu terlambat dibayar karena ada kesalahan teknis sehingga ditunda pembayarannya,” kata dia, Selasa (26/02/2019) kemarin.

Dia menilai apa yang disampaikan, mantan Direktur RSUD Dabo dr. Asri Wijaya itu adalah bohong. Sampai hari inipun jasa pelayanan tahun 2018 tersebut belum juga dibayar.

Baca juga (klik): 

DPRD Minta Jaspel Karyawan RSUD Dibayar, dr. Asri Wijaya: Uang Telah Habis

Bahkan kata dia, mengingat Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kabupaten Lingga merupakan seorang dokter, seharusnya dapat bersikap profesional, dengan memberikan penjelasan yang kongkrit dan terbuka kepada seluruh karyawan di Rumah Sakit, apalagi beberapa diantaranya juga merupakan dokter yang se-profesi.

“Kami belum menentukan sikap secara resmi, atas jasa pelayanan medis ini tapi kita minta profesional lah,” ujarnya.

Meskipun belum menyatakan sikap secara resmi, dirinya menilai dari sisi ikatan profesi biaya jasa pelayanan kesehatan tersebut merupakan hak yang sudah dijamin, didalam perundang-undangan. Oleh karena itu diperlukan kejelasan, yang sifatnya terbuka dan tidak terkesan menutup-nutupi hingga menimbulkan kesalah pahaman.

Selama ini menurutnya tenaga medis baik dokter maupun tenaga medis lainnya, telah menjalankan kewajibannya sebaik mungkin, untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat atau pasien yang berobat ke RSUD Dabosingkep.

“Hak kami dijamin hukum untuk dapat pembayaran jasa pelayanan, yang kini tidak terpenuhi, itu profesionalisme kerja,” sebutnya.

Sementara, sebelumnya menerangkan uang jasa pelayanan tahun 2018 sebesar Rp 1,7 miliar, telah dibayarkan pihak Rumah Sakit kepada tenaga kesehatan di RSUD, untuk menutupi jasa pelayanan tahun 2016 dan 2017.

“Untuk jasa pelayanan tahun 2016 saya bayarkan bulan Maret 2018 dan untuk uang jasa pelayanan tahun 2017 saya bayarkan pada Juni tahun kemarin juga. Semua staf kami juga tahu itu. Karena memang pada tahun 2016 dan 2017 itu jasa pelayanan mereka belum ada pembayaran,” terang dia, Selasa (26/02/2019).

Hingga saat ini kasus ini masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian, namun Kasat Reskrim Polres Lingga hingga kini belum memberikan tanggapan apapun terkait perkembangan kasus tersebut, meskipun dari informasi beberapa karyawan RSUD mereka sudah dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian termasuk dr. Indra Jaya ketua IDI Kabupaten Lingga. (MK/r/ant)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.