Pimpin Rakor Kabupaten Sehat, Ini Kata Bupati Anambas

Suasana Rakor Kabupaten/Kota Sehat di Aula Balitbangpedda KKA, Senin (25/2/2019). (F:SES)

ANAMBAS (marwahkepri.com) – Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Abdul Haris, SH mempimpin Rapat Koordinasi (Rakor) kabupaten-kota sehat yang dilaksanakan di lantai 3 Aula Gedung Balitbangpeda KKA, Senin (25/2/2019).

Rakor tersebut dihadiri oleh Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Balitbangpedda KKA sebagai ketua Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat KKA, serta para camat se-Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dalam Rakor tersebut, Bupati menyampaikan program dan kegiatan yang dilaksanakan sudah bagus dan untuk kedepannya harus menjalankan dan mengimplementasikan rencana yang sudah ditata. Kabupaten/kota sehat yang sudah dikelompokkan harus berusaha keras menjalankan tupoksinya masing-masing. Dan juga kepada instansi yang terlibat didalam program kabupaten/kota sehat harus melakukan kontribusinya masing-masing.

“Saya yakin yang menjadi tujuan akan diraih dan terwujud apabila dilakukan dengan bersungguh-sungguh dan harus terus mengevaluasi, karena dari evaluasi lah kita bisa mengetahui apa yang kurang dan tentunya kita juga harus tahu apa solusinya,” terang Haris.

Sementara itu, Plt. Kepala Balitbangpedda KKA selaku Ketua Tim Pembina kabupaten/kota Sehat Adies Saputra, S.IP., M.Si mengatakan pemerintah daerah KKA bertekad untuk mensukseskan Anambas sebagai kabupaten sehat pada tahun 2019. Paling tidak untuk tatanan paling dasar yaitu Swasti Saba Padapa.

“Hal ini merupakan amanat perundangan, juga menjadi target RPJMD kita. Tapi yang paling penting adalah kita ingin meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Adies kepada awak media ini melalui pesan WhatsAppnya.

Adies juga menjelaskan, ada 2 tatanan wajib yang harus dipenuhi yaitu kawasan pemukiman, sarana prasarana umum, dan kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri.

“Untuk mewujudkannya, kita fokus di 4 kecamatan yakni Kecamatan Siantan, Kecamatan Siantan Selatan, Kecamatan Siantan Tengah dan Kecamatan Palmatak serta 20 desa, untuk itu kami sangat membutuhkan dukungan dan peran aktif dari masyarakat di wilayah-wilayah tersebut,” jelas Adies. (SES)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.