Warga Rantau Baru akan Pertanyakan Status Lahan kepada Pemda Pelalawan Hari Ini

Jajaran tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Desa Rantau Baru duduk bersama di kedai kelapa Rimbun Jaya samping kantor Bupati Pelalawan Minggu malam (24/2/2019) terkait polemik lahan seluas 300 ha yang diduga telah dikuasai kelompok tani Bakti Bersama. (F:Sona)

PELALAWAN (marwahkepri.com) – Polemik lahan seluas 300 Ha yang telah disahkan oleh Bupati Pelalawan untuk relokasi penduduk rawan bencana banjir di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau, hari ini Senin (25/2/2019) akan dipertanyakan warga kepada Pemda Pelalawan.

Di kedai kelapa Rimbun Jaya samping kantor Bupati Pelalawan Minggu malam (24/2/2019) jajaran tokoh masyarakat dan tokoh pemuda duduk bersama. Pertemuan tersebut membahas permasalahan lahan seluas 300 Ha tersebut, pasalnya lahan itu diduga telah dikuasai oleh kelompok tani Bakti Bersama tanpa sepengetahuan masyarakat.

Pada kesempatan itu hadir Pj Kades Rantau Baru Nazwir Alam S.Pd, Ketua BPD Rantau Baru Khairul Salim. Beberapa tokoh pemuda Desa Rantau Baru Arjulis, Zukri dan beberapa orang lainnya.

Dalam pertemuan itu seluruh warga mempertanyakan mediasi yang dilakukan oleh Pemda Pelalawan karena sudah satu tahun lebih tak kunjung membuahkan hasil.

“Sementara Pemda Pelalawan telah membentuk tim 14 yang dipimpin langsung oleh Asisten I Setda Kab Pelalawan saat itu. Hingga tim itu sudah pernah turun di lapangan mengukur lahan tersebut, tapi anehnya sampai hari ini juga tidak ada hasil,” ujar Zukri.

Diceritakan Zukri, awalnya masyarakat Desa Rantau Baru mendatangi Kantor Camat Pangkalan Kerinci untuk mempertanyakan lahan tersebut. Kala itu Camat Pangkalan Kerinci yang dijabat oleh Fakhrurrozi, kepada warga berjanji akan meyelesaikan masalah itu.

Kemudian setelah itu, masalah lahan tersebut juga sudah dua kali dihearing oleh anggota DPRD Pelalawan. Setelah dihearing DPRD, persoalan itu diambil alih oleh Pemda Pelalawan. Maka Pemda Pelalawan membentuk 14 tim yang melibatkan semua elemen termasuk BPD Rantau Baru.

Maka karena telah menunggu satu tahun lebih, disepakati hari ini ketua BPD Khairul Salim bersama dengan warga akan mendatangi Asisten I Setda Kab Pelalawan untuk mempertanyakan hal itu.

“Jika sudah ada keputusannya supaya disampaikan kepada masyarakat Desa Rantau Baru agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama bagaimana kepastian hukumnya,” tuturnya. (Sona)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.