Plt Kepala Dinkes-PPKB Lingga Terancam di Polisikan

Ilustrasi (net)

Lingga (marwahkepri) – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Lingga, dr. Asri Wijaya diduga meninggalkan sejumlah masalah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabosingkep. Salah satunya, dana jasa pelayanan yang tidak bisa dibayarkannya kepada karyawan Rumah Sakit selama satu tahun.

Hal tersebut terkuak saat para karyawan mengetahui bahwa direktur RSUD tersebut akan segera pindah, meninggalkan jabatan direktur RSUD dan mendapatkan jabatan baru sebagai kepala dinas kesehatan.

Mendengar kabar itu, beberapa karyawan menemui pihak Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Dabo untuk mempertanyakan uang jasa pelayanan mereka yang tidak dibayar selama tahun 2018.

“Kami menuntut jasa pelayanan yang selama tahun 2018, tidak dibayar kepada semua karyawan,” kata koordinator karyawan, dr. Indra Jaya, Senin (25/02/2019).

Setelah mempertanyakan hal tersebut mantan direktur RSUD tersebut tidak berada ditempat, dan pihak BLUD menolak untuk menandatangani beberapa kesepakatan.

Namun hal tersebut memancing kericuhan di Rumah Sakit. Beberapa karyawan melakukan aksi protes keras. Jelang beberapa saat aksi berlangsung, akhirnya pihak BLUD yang diwakili Zulkifli sebagai pejabat BLUD, bersedia menandatangani kesepakatan tersebut.

Ada beberapa point tuntutan yang disampaikan. Salah satunya, meminta hak mereka untuk dibayar segera. Bahkan beberapa karyawan mengancam tidak akan melakukan pelayanan pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan mogok kerja, jika uang jasa pelayanan tersebut tidak dibayarkan.

“Point terakhir dalam surat itu, kalau hari ini tidak ada keputusan kami akan tempuh jalur hukum,” sebut dia.

Baca juga (klik) : 

Jaspel Belum Dibayar, Karyawan RUSD Dabo Ancam Mogok Kerja

Dana jasa pelayanan merupakan uang Jaspel yang bersumber dari kapitasi dana BPJS Kesehatan. Dibeberapa daerah biasanya, uang jasa ini dibayarkan per tiga bulan sekali kepada karyawan, pegawai maupun staf di Rumah sakit.

Menurut dr. Indra Jaya, seharusnya setiap bulan, tenaga medis yang terdiri dari dokter, bidan, perawat dan tenaga medis lainnya, mendapatkan tunjangan jasa pelayanan dari pelayanannya terhadap pasien yang berasal dari BPJS.

Besarnya jasa bervariasi, tergantung golongan dan jabatan tenaga medis, bahkan dihitung dari seberapa besar pendapatan yang diperoleh dari jasa pelayanan tersebut.

“Dana itu dikelola oleh BLUD Rumah Sakit, nilainya yang kami ketahui sekitar 1,7 milyar lebih,” sebutnya.

Sementara Direktur RSUD yang baru saja dilantik, dr. Bukit Gultom mengaku, dirinya belum melakukan serah terima jabatan kepada direktur yang lama, meskipun sudah dilantik. Sehingga permasalahan yang ada di RSUD tersebut belum dapat, diketahuinya secara detail.

Sebagaimana diketahui mantan Direktur RSUD, dr. Asri Wijaya ini dilantik dalam jabatan baru oleh Bupati Lingga pada Kamis (21/02/2019) lalu di pantai Napau, Desa Resang Kecamatan Singkep Selatan.

Dengan dugaan ini, dr. Asri Wijaya terancam dipolisikan oleh para karyawan RSUD Dabo, yang merasa telah dirugikan. (MK/r/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.