Kondisi Rumah Warganya Memprihatikan, Camat Ulurkan Bantuan Rehab

Camat Katang Bidare, Safaruddin mengunjungi ruang warga Mensanak. Dalam waktu dekat akan direhab secara swadaya, Jum’at (23/02/2019). (Ist)

Lingga (marwahkepri.com) – Camat Katang Bidare, Safaruddin M.Si berniat membantu warga Desa Mensanak. Kondisi kehidupan warganya yang memprihatikan, membuat hatinya terpanggil untuk membantu.

Hal tersebut ia dapati ketika mengunjungi Desa Mensanak, Jum’at (22/02/2019) kemarin, saat melakukan program Kecamatan, Jum’at Keliling.

Mendapati keadaan tersebut dia menilai, rumah gubuk kecil yang ditempati warga tersebut sangat tidak layak.

Berukuran kurang lebih 4 meter persegi, beratap dan berdinding daun rumbia, serat berlantaikan bambu. Sungguh keadaan yang memprihatikan ditengah gencar program pemberantasan kemiskinan oleh pemerintah. Namun masih ada yang tercecer.

Untuk itu, kepada Kepala Desa Mensanak, dia meminta agar segera mengambil langkah tepat bagaimana meningkatkan taraf kehidupan warga tersebut.

Rapat terbatas dilakukan ditengah tugas kecamatan dijalankan. Dari hasil rapat itu, pihak kecamatan, desa dan masyarakat setempat akan bergotong royong memrehab secara swadaya.

“Kami menyempatkan waktu dalam kunjungan ke Desa Mensanak. Melihatnya kami prihatin, dan mengintruksikan kepada Kepala Desa Mensanak untuk mengambil tindakan bantuan,” kata Safaruddin menceritakan, Sabtu (23/02/2019).

Disinggung kenapa pihak desa setempat sampai tercecer, terhadap bantuan revitalisasi rumah yang digelontorkan pemerintah pusat lewat Dinas Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRKPKP) Lingga melalui bidang perumahan.

Dari penjelasan desa, Safar menjelaskan hal tersebut sudah diupayakan, namun terkendala persyaratan. Prosesnya memerlukan waktu.

Maka dari itu kata dia, pemerintah baik camat maupun desa tidak usah menunggu lama untuk membantu. Rumah tersebut sudah darurat, butuh uluran tangan karena penghuninya juga sudah paruh baya. Alasan lain untuk menjaga agar tidak terjadi hal yang lebih membahayakan nyawa.

“Bantuan ini murni karena simpati kami terhadap sesama warga, melihat salah seorang saudara kami yang hidup di rumah yang tidak layak sedangkan rumah adalah salah satu kebutuhan dasar selain pangan dan sandang,” jelas Safar.

Sebagai pelayan masyarakat, kepedulian adalah hal pertama untuk memimpin. Sebelumnya berbagai kegiatan-kegiatan sosial juga telah digalakkan kecamatan baru ini.

“Harapan saya secara pribadi, apa yang saya lakukan dapat berbuat baik bagi daerah dan masyarakat. Camat itu bukan raja kecil lagi istilahnya, tapi pelayan masyarakat,” terang dia.

Sementara, terlihat linangan air mata haru dari warga tersebut, ketika mendapat kunjungan camat dan kepala desa serta mendengarkan akan mendapatkan bantuan. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.