Kabag Humas DPRD Batam Terima Kunjungan DPRD Way Kanan

Berfoto bersama. (F:mun)

BATAM (marwahkepri.com) – Kepala Bagian Humas DPRD Kota Batam, Taufik menerima kunjungan kerja Komisi III DPRD Kabupaten Way Kanan, Lampung untuk membahas pembangunan oleh DPRD Berdasarkan P12 Tahun 2018, Kamis (21/2/2019).

Dalam kunker itu, Taufik meminta maaf karena Komisi III DPRD Kota Batam tidak dapat hadir karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.

Anggota DPRD Way Kanan memaklumi ketidakhadiran itu, mereka kemudian mengajak Taufik untuk berdiskusi ringan di ruang Serbaguna DPRD Kota Batam.

Dalam diskusi itu, salah satu anggota DPRD Way Kanan, Romli menanyakan pendapatan dari Kota Batam.

“Kami tidak memiliki sumber daya alam seperti daerah yang lainnya, jadi bisa dikatakan hampir seluruh penghasilan Kota Batam berasal dari sektor jasa,” kata Taufik menjawab pertanyaan Romli.

Saat ini, Taufik mengatakan APBD Kota Batam sebanyak Rp. 2.823.000.000.000 dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.1.340.000.000.000.

Mendengar jumlah tersebut Romli pun tertawa kecil karena jumlah PAD mereka jauh kebih kecil dibandingkan Kota Batam.

“Hahahaha, kami sangat jauh dibawah Batam, PAD kami hanya Rp. 81 miliar,” ungkap Romli.

Romli kemudian melanjutkan pertanyaannya terkait biaya perjalanan anggota DPRD Kota Batam.

“Untuk biaya perjalanan dinas luar provinsi, anggota DPRD menerima Rp.2.5 juta per harinya, sedangkan untuk pimpinan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Rp. 3.5 juta per harinya,” kata Taufik.

Lebih lanjut, Taufik mengatakan untuk biaya perjalanan dinas yang masih dalam provinsi tapi berada diluar kota, anggota DPRD menerima Rp. 2.000.000 per harinya dan pimpinan sebesar Rp. 2.500.000.

“Tapi untuk didalam kota, anggota DPRD tidak menerima biaya perjalanan dinas,” ujar Taufik.

Romli kemudian geleng-geleng kepala sambil tersenyum mendengar biaya perjalanan dinas DPRD Kota Batam.

“Kami tidak perlu disampaikan lagi ya, karena sangat kecil,” ungkap Romli.

Taufik kemudian menjelaskan jika DPRD Kota Batam juga sering melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mendengar permasalahan masyarakat, DPRD Kota Batam juga sering turun langsung kemasyarakat dan sidak ke lokasi sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Mungkin bapak ibu merasa penjelasannya kurang memuaskan karena tidak langsung bertemu dengan anggota DPRDnya, nanti bisa dijadwalkan lagi,” pungkas Taufik menutup diskusi. (mk/mun)

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.