Polda Kepri Tangkap Pelaku Pembunuhan Arnold Tambunan

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Drs S. Erlangga (tengah) menunjukkan barang bukti berupa batang besi berukuran 1 meter yang diduga digunakan untuk membunuh korban Arnord Tambunan. (F:hum)

BATAM (marwahkepri.com) – Polda Kepri menggelar konferensi pers pengungkapan tindak pidana pembunuhan pensiunan TNI AL Arnold Tambunan (AT) yang jasadnya ditemukan Kamis (14/2/2019) malam di septic tank di rumah pengusaha tenda, M Rasyid (almarhum) di jalan Menur Kilometer 8 Kelurahan Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Selasa (19/2/2019) bertempat di Pendopo Polda Kepri, Nongsa, Batam.

Konferensi pers tersebut dihadiri oleh Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Drs S. Erlangga didampingi Kabid Dokkes Polda Kepri Kombes Pol dr. B. Djarot Wibowo, Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi, S.I.K., M.H dan Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, Akp Efendri Ali, MH.

Kombes Erlangga menjelaskan kronologis kejadian bahwa pada Jumat (17/8/2018), tersangka berinisial AD bertemu dengan Rasyid dan terjadi pembicaraan dengan tujuan merencanakan untuk membunuh Arnold Tambunan dengan dijanjikan akan mendapatkan uang sejumlah Rp. 20.000.000,-.

Selanjutnya pada Sabtu (18/8/2018) tersangka AD mendengar adanya keributan di rumah saudara Rasyid. AD pun langsung mendekati suara keributan tersebut, pada saat itu Rasyid sedang memegang besi berukuran 3/4 dengan panjang 1 meter, selanjutnya tersangka AD langsung mengambil 1 buah besi berukuran 3/4 dengan panjang 40 cm dan mendekati keributan tersebut dengan maksud untuk membantu Rasyid, kemudian dilakukan pemukulan secara berkali-kali ke badan korban hingga korban meninggal dunia,.

Kemudian Rasyid mengikat bagian tangan dan kaki korban dengan menggunakan tali tambang dan membungkus badan korban dengan menggunakan kantong plastik besar berwarna hitam. Lalu tersangka langsung membuka lobang saptick tank yang berada di belakang rumah kos-kosan milik Rasyid, dan jasad korban diseret dan dimasukkan kedalam saptic tank tersebut dan ditutup seperti semula. Selanjutnya Sdr Rasyid langsung mengantarkan sepeda motor milik korban menuju ke rumah korban yang beralamat di Jl. RH. Fisabilillah KM8, Tanjungpinang.

Diketahui, tersangka Rasyid sudah meninggal dunia pada Rabu (29/8/2018) lalu dikarenakan ditabrak oleh Bus Nirwana yang sedang melintas di jalan raya.

Tim Penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang berhasil menangkap tersangka AD pada Sabtu (16/2/2019) lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan, AD mengakui bahwa ia turut serta melakukan pembunuhan terhadap korban Arnold Tambunan.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa 1 buah palu/martil, 1 buah pahat, 1 batang besi panjang sekira 30 cm, 1 batang besi petak warna silver ukuran ¾ dengan panjang sekira 1 m, 1 batang besi petak warna silver ukuran ¾ dengan panjang sekira 50 cm, 1 unit lori daihatsu warna merah, 1 unit sepeda motor yamaha nmax bp 5080 xx, 1 helai jaket hujan merk alpina warna hitam, 1 helai baju kemeja motif batik warna coklat, 1 helai celana pendek merk monster energy warna abu-abu, 1 helai celana panjang kain warna hitam, 1 buah tali pinggang merk levis warna hitam, 1 buah tali tambang warna biru tua dengan panjang sekira 280 cm, 1 buah tali tambang warna biru tua dengan panjang sekira 100 cm.

Sementara itu Kabiddokkes Polda Kepri KBP dr Djarot Wibowo menjelaskan bahwa tim Identifikasi dan Forensik Biddokkes Polda Kepri berhasil melakukan identifikasi terhadapat jelazah Arnold Tambunan dengan dasar identifikasi medis berupa tinggi badan dan bekas luka di kepala bagian belakang dan properti baju batik dan jas hujan korban. Dengan kesimpulan korban mengalami kekerasan dengan benda tumpul yang mengakibatkan meninggal dunia

Tersangka AD dijerat dengan Pasal 340 dan atau pasal 338 KUHP jo pasal 55 KUHP dan atau pasal 170 KUHP ayat (2) ke 3 dengan ancaman hukuman terberat pidana mati dan atau dengan hukuman paling lama 15 tahun. (ril)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.