Kisah Heroik SMRS III Ditontonkan Selama 30 Menit

Sultan Mahmud Riayat Syah III, Pahlawan Nasional Indonesia dari Kabupaten Lingga (net)

Lingga (marwahkepri.com) – Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Lingga menampilkan film dokumenter kisah pahlawan nasional Sultan Mahmud Riayat Syah III pada acara Refleksi 3 tahun Awe-Nizar di lapangan Kantor Bupati Lingga, Minggu (17/02/2019) malam.

Melalui Kepala Dinas Kebudayaan, Muhammad Ishak menerangkan pemutar film tersebut sebagai bukti pemerintah terus menggali ketokohan Sultan Mahmud Riayat Syah III.

“Tidak saja setelah berhasil diangkat sebagai pahlawan nasional namun kami ingin terus beliau dijadikan referensi salah satunya dengan film ini,” kata dia, disela-sela pemutar film acara Refleksi 3 tahun Awe-Nizar.

Saat film berlangsung, terlihat ribuan pasang mata penonton mencermati dengan seksama bagaimana asal muasal perjalanan sultan ditabal hingga sampai di Daik Lingga. Menjadikan Daik sebagai bandar, hingga sekarang masih di kenang.

Dalam kisah itu, juga menampilkan sedikit peran Raja Engkau Hamidah, istri sultan. Menerangkan bagaimana kebesaran ayahandanya Raja Ali Haji Fisabilillah, Pahlawan Nasional Indonesia yang wafat di Teluk Ketapang.

Ishak berharapkan film tersebut, dapat menjadi referensi masyarakat Kabupaten Lingga tentang nilai-nilai kepemimpinan perjuangan SMRS yang luar biasa. Semangat kebersamaan, nilai-nilai heroik biasa menjadi spirit  yang ditanam pada diri khususnya generasi muda, untuk membangun Lingga yang lebih baik dalam segala bidang.

“Alhamdulillah, kami ingin masyarakat yang hadir disini tau. Bagaimana besarnya sultan kita,” jelas Ishak.

Film Dokumenter yang berjudul SMRS pahlawan gerilya laut yang diproduksi dari hasil kerja sama antara Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga dengan Asosiasi tradisi lisan Indonesia di Jakarta ini, merupakan film perdana yang diproduksi Dinas Kebudayaan.

Hal ini tentunya tidak terlepas dari tekad dan kerja keras Bupati dan Wakil Bupati Lingga, dalam upaya menjadikan SMRS sebagai tokoh andalan dari bumi Bunda tanah melayu.

Motivasi dan semangat tersebutlah yang membuat Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, melahirkan karya-karya seperti Film dan buku-buku budaya melayu tentang SMRS.

“Tidak semua orang dapat sampai selesai membaca buku sejarah, dan menarik intisari dari sebuah karya tersebut, tapi dengan film ini mungkin akan lebih mudah mendapat intisari dari perjuangan SMRS,” sebutnya. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.