Demi Hadiah Mewah, Masyarakat Rela Desak-desakan Hingga Pingsan

 

Ribuan warga memadati pintu pagar rumah dinas Bupati Lingga hanya untuk kebagian kupon berhadiah, (ist)

Lingga (marwahkepri.com) – Ribuan peserta senam sehat berhadiah Repleksi 3 tahun Awe-Nizar berdesak-desakan saat pembagian kupon berlangsung, Minggu (17/02/2019). Dua kali pembagian dilakukan panitia, beberapa jatuh pingsan.

Kondisi ini berlangsung sejak pagi. Awalnya pembagian dilakukan dipintu masuk perkantoran. Saling salip, desak-desakan terlihat. Pembagian yang seharusnya tertib namun berantakan. Saling rebut kopun terjadi, hingga panitia tak dapat mengantisipasinya.

Sebab ada yang dapat dan ada yang tidak, kupon hadiah tersebut akhirnya dianulir panitia untuk kemudian digantikan dengan yang baru . Dari awalnya 6.000 kupon akhirnya panitia membuat ulang dengan desain baru dalam kapasitas 10.000 kupon.

Pembagian dilakukan menjelang siang. Kali ini peserta yang mengikuti undian berhadiah itu diminta tertib saat pembagian kupon berlangsung.

“Kali ini kita harus tertib, jangan menerobos. Bagi yang telah dapat ada tandanya,” ucap salah satu panitia kepada ribuan peserta.

Kopun dibagikan dihalaman rumah dinas Bupati Lingga. Pagar pintu dikunci, satu persatu peserta diminta masuk, mengambil kupon dengan mencelupkan jari pada tinta merah sebagai tanda sudah mendapat kupon.

Kondisi itu berlangsung beberapa jam. Hingga beberapa orang lagi jatuh pingsan. Beberapa yang pingsan langsung dilarikan ke dalam gedung daerah, mendapatkan perawatan medis dari penyelenggara kegiatan.

Menyikapi hal ini, pihak penyelenggara enggan berkomentar banyak. Namun dia mengakui ada kesalahan yang seharus tidak terjadi dari awal.

Selain itu, cat pagar tembok rumah dinas bupati juga tampak bervariasi. Bekas celupan tinta oleh peserta ditempelkan pada dinding dan tiang pagar.

Sekertaris Satpol PP Lingga, Abdul Kadir dengan tegas meneriakkan agar peserta tidak lagi mencoret tembok.

“Tolong kalau sudah dapat kupon langsung keluar, ini ada air dibersihkan disini jangan di tembok,” kata dia. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.