Pj Kades Rantau Baru: Penyelesaian Lahan Koptan Bakti Bersama Berpedoman dari SK Bupati

Pejabat Kepala Desa Rantau Baru Nazwir Alam S.Pd saat bersilatuhrami bersama warga Desa Rantau Baru, Jumat (15/2/2019) malam di Pangkalan Kerinci. (F:Sona)

PELALAWAN (marwahkepri.com) – Pejabat Kepala Desa Rantau Baru Nazwir Alam S.Pd menyatakan bahwa penyelesaian tapal batas wilayah Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan berpedoman dengan surat keputusan Bupati Pelalawan, dimana berdasarkan surat keputusan tersebut lahan Koptan Bakti Bersama masuk dalam wilayah Desa Rantau Baru.

“Langkah yang harus diambil untuk menentukan tapal batas wilayah desa adalah duduk bersama. Lurah Pangkalan Kerinci Barat dan Kades Rantau baru harus duduk bersama untuk menentukan lahan seluas 300 Ha yang telah dikuasai oleh kelompok tani (Koptan) Bakti Bersama. Dalam menyelesaikan persoalan itu, saya selaku Pj Kades tetap berdiri tegak lurus. Jika berdasarakan dengan data yang ada, bahwa keberadaan lahan itu masuk dalam wilayah Desa Rantau Baru, wajib diperjuangkan,” tegas Pj Kades yang belum lama dilantik oleh Bupati Pelalawan tersebut kepada media ini Jumat malam (15/2/2019).

Ia menambahkan bahwa melihat surat Bupati Pelalawan yang menetapkan lahan seluas 300 Ha tersebut sebagai relokasi/resetlement kawasan penduduk rawan terkena banjir di Desa Rantau Baru, untuk sementara sudah kuat. Jika memang ada STD-B (Surat Tanda Daftar Usaha Budidaya Perkebunan) dan izin segalam macam yang telah dikeluarkan oleh pemerintah Daerah Pelalawan diatas lahan itu, izin itu pasti bantal demi hukum.

Senada dengan itu Zukri salah satu masyarakat yang ikut memperjuangkan lahan tersebut mengaku sangat kecewa kepada Pemda Pelalawan. Karena persoalan itu sudah lebih dari satu tahun bergulir, namun belum ada kejelasan penyelesaian hingga detik ini.

“Awalnya penyelesaian masalah itu difasilitasi oleh DPRD Pelalawan, kemudian disepakati untuk difasilitasi oleh pihak Pemda Pelalawan. Waktu itu sampai dibentuk tim penyelesaian dari 14 elemen untuk menyelesaikan masalah itu. Setelah menunggu satu tahun lebih, tindakan dari Bagian Tapem Pelalawan tidak ada geming,” ujarnya.

Padahal kala itu tambahnya, Kabag Tapem Fakhrurrozi mengakui bahwa lahan tersebut berada dalam wilayah Desa Rantau Baru. Pernyataan itu disampaikannya berdasarkan surat keputusan Bupati Pelalawan yang menetapkan seluas 300 Ha lahan relokasi/resetlement sebagai kawasan rawan terkena bencana banjir di Desa Rantau Baru. (Sona)

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.