Coba Ancam Wartawan, Ardi Wijaya Dipolisikan

Arizky Filbahri saat berada di Kantor Polisi.

MARWAHKEPRI.COM, NATUNA – Karena merasa terancam keselamatannya, Arizky Filbahri (28), Kepala Biro Natuna media online Datariau.com, akhirnya melaporkan Ardi Wijaya ke Mapolres Natuna, pada Kamis 14 Februari 2019.

Lantas, apa yang terjadi, sehingga Arizky Filbahri alias Ari merasa terancam, hingga melaporkan Ardi Wijaya, biasa disapa Kayo, kepada aparat hukum ?.

Sebelumnya, Ari mempublish sebuah berita berjudul : “Persatuan Pemuda Tempatan Natuna Silaturrahmi Bersama Bupati Natuna”.

Akibat pemberitaan itu, Ardi Wijaya, salah seorang pengurus Persatuan Pemuda Anak Tempatan, bukan Persatuan Pemuda Tempatan, diduga tak senang.

Ari mengatakan, Kayo bersama sejumlah rekan-rekannya, mendatangi tempat tinggalnya, di Kantor DPC Aliansi Jurnalis Online Indonesia (AJOI) Natuna, Jalan Pramuka, Ranai, Rabu 13 Februari 2019, sekitar pukul 22.00 WIB.

Ari mengetahui kedatangan mereka, setelah mendengar pintu kantor AJOI digedor orang. Melihat ada yang datang, dengan wajah kurang bersahabat, Ari pun mengajak para tamu, yaitu: Ardi dan rekannya berbicara di teras Kantor AJOI Natuna.

Hasil bincang-bincang, baru diketahui, Ardi tak terima berita silahturahmi organisasinya dengan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dipublikasi.

“Ardi tampak emosi. Mengajak saya duel satu persatu dengan Ardi dan rekan-rekannya,” kata Ari kepada rekan media di Kantor AJOI Natuna, Kamis siang 14 Februari 2019.

Tidak hanya mengajak duel, Ari juga diminta untuk menghapus berita yang telah dipublikasikan.

“Sudah saya diajak berantam, Ardi pun meminta menghapus berita silahturahmi organisasinya dengan Bupati Natuna”, kata Ari.

Melihat gelagat tak beres, Ari hanya diam, tak mau melawan. Kejadian itu, sempat diketahui sejumlah warga sedang ngopi malam di Warung Mangga Dua, depan Kantor AJOI Natuna.

“Saya melihat kejadian itu,” ujar Bernard, rekan media. “Tapi saya tak tahu masalahnya, karena lagi nongkrong di Mangga Dua.”

Namun atas kejadian itu, Ketua DPC AJOI Natuna Roy Parlin Sianipar segera mengadakan rapat pengurus. Dalam rapat pengurus, atas persetujuan DPD AJOI Kepulauan Riau diputuskan, Ari segera melapor kejadian tersebut pada Satreskrim Polres Natuna.

Menurut Roy, permasalahan Ari sudah mengganggu AJOI Natuna. Sebab pengurus organisasi tak mau dipublikasi silahturahmi dengan Bupati Natuna itu, telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan di halaman kantor.

Apalagi dipermasalahkan hanya sebuah pemberitaan serimonial. “Dimana letak salah berita itu. Hanya berita silahturahmi, tak perlu dipermasalahkan,” kata Roy.

“Apalagi sambil mengancam meminta berita dihapus, jelas melanggar Undang-Undang Pers 40/1999,” timpal Ari.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, BAB VIII Ketentuan Pidana, Pasal 18 ayat (1) tertulis, setiap orang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

Pasal 4 ayat 2 tertulis, terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. Ayat 3, untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Sementara Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor : STLP/14/II/2019/SPKT – Natuna, nama Arizky Fil ahri (korban), mengalami pengancaman oleh Ardi Wijaya di Kantor DPC AJOI Natuna, Jalan Pramuka, Ranai pada Kamis 13 Februari 2019.***

(nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.