Jalan TPA 2 Muara Fajar yang Baru Selesai Sudah Alami Kerusakan

Kondisi jalan di TPA 2 Muara Fajar, Rumbai, Kecamatan Rumbai sudah tampak rusak dibeberapa ruas jalan, SAbtu (9/2/2019). (F:SN)

Kondisi jalan di TPA 2 Muara Fajar, Rumbai, Kecamatan Rumbai sudah tampak rusak dibeberapa ruas jalan, Sabtu (9/2/2019). (F:SN)

PEKANBARU (marwahkepri.com) – Proyek pengaspalan hotmix jalan ke TPA 2 Muara Fajar, Rumbai, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau yang baru selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan.

Pada plang nama proyek bernomor kontrak 005/KONT/PPK-BM/DPUPR-BM/VII/2018 dengan nilai Rp 3.926.826.562.88 yang bersumber dari dana APBD Kota Pekanbaru anggaran tahun 2018 dan dikerjakan oleh PT. Bangun Jaya Pratama – PT Multika Jagad Perkasa.

Sabtu (9/2/2019) salah seorang Tokoh Pemuda Kecamata Muara Fajar – Rumbai Rusdianto kepada media ini mengaku sangat kecewa atas realisasi proyek tersebut.

“Semestinya pengaspalan jalan ini dikerjakan dengan baik, karena untuk kebutuhan masyarakat. Namun kenyataan di lapangan, belum lama dinikmati oleh masyarakat sudah rusak. Dari kasat mata kita, aspal tersebut terlihat sangat tipis, bahu jalannya juga sudah mulai pecah-pecah,” tuturnya.

Dikatakannya, rusaknya jalan itu diduga akibat dari pekerjaan yang tidak sesuai dengan speksifikasi tehnik. Itu terjadi tentu karena lemahnya konsultan pengawas dari perusahaan PT. Raisa Gemilang. Sehingga rekanan kontraktor pelaksana memanfaatkan hal tersebut demi mengeruk keuntungan yang lebih besar.

“Kami meminta pihak penegak hukum khususnya Polres kota Pekanbaru dan Kejaksaan Negeri Pekanbaru untuk dapat segera memproses permasalahan ini. Karena sudah jelas bahwa pengerjaan proyek tersebut merugikan negara,” tegasnya.

Menurutnya, semestinya pihak konsultan pengawas dapat bekerja secara profesional, supaya kualitas pekerjaan jalan itu baik dan dapat dinikmati masyarakat.

“Walaupun dilintasi kendaraan besar seperti mobil truk yang bermuatan berat, jika kualitasnya baik, tidak mungkin secepat itu rusak,” pungkasnya.

Sementara itu, Kadis PUPR Kota Pekanbaru Indra Poni belum berhasil dimintai keterangan terkait masalah tersebut. (Sn/Yl)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.