Peran Melayu Raya Ditengah Politik Devide et Impera

Pembina Utama Perhimpunan Melayu Raya Kepulauan Riau, Brigjen Pol Drs Yan Fitri Halimansyah MH menyampaikan pidatonya pada kegiatan penabalan Koordinator Wilayah Perhimpunan Melayu Raya Kabupaten Lingga di Daik, Senin (28/01/2019). (hms/Novi Irawan)

Lingga (marwahkepri.com) – Wakapolda Kepulauan Riau, Brigjen Pol Drs. Yan Fitri Halimansyah, MH mengatakan Perhimpunan Melayu Raya hadir ditengah masyarakat sebagai penangkis berkembangnya politik adu domba.

Mengingat pada milenial ini, situasi dan kondisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sedang dirundung keprihatinan, dengan beragam ancaman yang muncul dari pesatnya kemajuan teknologi.

Perhimpunan Melayu Raya sebagai roll model perpolisian ini, akan menjadi perekat persatuan masyarakat di Kepulauan Riau, yang akan berkontribusi menciptakan perdamaian dalam menjaga adat dan budaya.

Menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan yang kokoh, sehingga menjadi garda terdepan menjaga 4 pilar kebangsaan yakni pancasila, UUD 45, bhineka tunggal ika, dan NKRI.

“Dalam kontek kekinian mengacu pada refrensi Boedi Utomo, Sumpah pemuda, Perhimpunan Melayu Raya akan menjadi tempat duduk bersama, memecahkan permasalahan-permasalahan sosial di Kepulauan Riau,” kata dia dalam pidatonya, pada acara pelantikan koordinator wilayah Perhimpunan Melayu Raya Kabupaten Lingga, Senin (28/01/2019) malam di Daik Lingga.

Generasi melinneal kata dia, sudah tidak lagi memperdulikan norma, adat, sopan santun dan etika sosial, sehingga lebih cenderung individual. Terlebih memanfaatkan media sosial, selalu diisi dengan pemahaman-pemahaman yang intoleransi serta radikal, tidak sesuai dengan norma-norma yang ada. Bangsa Indonesia, seperti kehilangan jati diri, kehilangan adat dan budaya.

Akan hal itu, sebagai bentuk aktualisasi dan resolusi dini, Perhimpunan Melayu Raya akan menjadi tempat pemersatu anak bangsa di Kepulauan Riau, serta menjauh diintegrasi bangsa oleh hal-hal yang mengundang perpecahan.

“Kepulauan Riau, menjadi contoh miniatur Indonesia yang harus dapat kita jaga bersama. Sebagaimana bahasa yang keluar dari Bunda Tanah Melayu sebagai tempat lahirnya bahasa pemersatu bahasa Indonesia,” papar dia.

Baca juga (klik) : 

Melayu Raya Lingga Dilantik, Bupati Ajak Satukan Energi

Dihadapan para pembesar Kabupaten Lingga, dilantiknya Zuhardi sebagai ketua koordinator wilayah dia berharap bisa menjadi motor penggerak generasi kearah bijaksana.

Sebagai generasi penerus bangsa yang menjaga nilai persatuan dan kesatuan tidak akan melupakan cerita panjang perjalanan bangsa Indonesia dan daerah. Menjaga nilai historis, karena Lingga punya cerita sejarah panjang tentang kebesaran kerajaan melayu kesultanan Riau Lingga.

“Berdasarkan nilai historis kita semua berasal dari satu rumpun yang sama bahkan dari satu keturunan yang sama. Pantas lah kita jaga semua nilai sejarah itu, dengan kata besar takkan melayu hilang di bumi,” ucap dia.

Lingga, susunan gugusan kepulauan yang berbasis adat dan budaya yang tinggi. Sudah sepatutnya generasi di Lingga menjadi contoh suri tauladan seluruh anak bangsa yang ada di Kepulauan Riau, baik sopan santun, lemah lembut, etika, bijaksana serta keberanian yang mencerminkan pelaut-pelaut unggul terdahulu.

Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan para pendahulunya, sejarah, pahlawan serta orang besar lainnya yang telah berperan dalam perekat bangsa.

“Kepada generasi penerus Lingga bisa mengisi masa depan dengan hal-hal positif dan melahirkan sumber daya manusia yang unggul yang mencontohkan sultan Lingga yang bertahta dan membesarkan bumi budaya tanah melayu ini,” harap dia. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.