Terkait Penangkaran Walet, Ini Komentar Abdul Khosim

Wakil Ketua DPRD Rokan Hilir Abdul Khosim, SE. (F:ist)

BAGANSIAPIAPI (marwahkepri.com) – Suara kaset recording penangkaran sarang burung walet makin leluasa, bahkan bunyi suara tape hingga sampai diambang batas kewajaran.

Bahkan beberapa sekolah di Kota Bagansiapiapi yang berdekatan dengan penangkaran wallet tersebut mengaku menganggu ketenangan proses belajar dan mengajar di sekolah. Bahkan pengakuan dari pihak sekolah, siswa-siswi pada saat belajar kehilangan konsentrasi karena suara tape penangkaran walet yang memekakan telinga.

Menanggapi persoalan itu, Wakil Ketua DPRD Rokan Hilir Abdul Khosim, SE mengatakan, hal seperti ini tidak bisa dibiarkan berkelanjutan, suara bunyian penangkaran walet yang menggangu proses belajar dan mengajar, harus dilakukan penertiban kembali.

“Suara penangkaran burung walet menganggu aktivitas belajar mengajar, kami akan meminta ditertibkan oleh Pemda sebagai penegak Perda, untuk menjalankan sesuai aturan yang ada,” tegas Abdul Kosim, SE, Minggu (27/1/2019) di Bagansiapiapi.

Menurut Khosim, meskipun langkah persuasif Pemda sudah dilakukan, seperti pendirian usaha hak pengusaha walet, tapi ada juga hak dari warga disekitar yang berhak mendapatkan rasa aman, nyaman, dan juga tidak terganggunya aktivitas usaha mereka.

Lanjutnya, supaya persoalan seperti ini tidak terulang lagi, dalam waktu dekat DPRD akan lakukan pengesahan Perda, bahkan sudah merampungkan tentang izin penangkaran walet, karena sesuatu yang menyangkut kepentingan lingkungan masyarakat dan pemerintah harus segera ditertibkan.

“Insya Allah, dalam sidang paripurna yang akan datang, kami seluruh anggota DPRD Rohil sudah komitmen mengesahkan perda tersebut, semuanya sudah clear, hanya tingggal pengesahan ketuk palu,”  imbuhnya.

Disamping itu, tambah Politisi Partai Gerindra ini, syarat-syarat lainnya dalam pendirian usaha penakaran burung walet tidak boleh sembarangan, untuk mandiri harus ada lokasi tertentu.

“Yang jelas, dalam Perda tersebut sudah ada ketentuan untuk mendirikan penangkaran walet, tidak diperbolehkan berdekatan dengan rumah ibadah, lingkungan sekolah, dan lingkungan sosial lainya,” pungkasnya. (Jum/Suyitno).

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.